Dikukuhkan H. Eri Iswandi, Suherman Pimpin APRI Kabupaten 50 Kota Lima Tahun Ke Depan
- 30 Sep 2026 12:55 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Kab 50 Kota - Hadirnya Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) tidak bisa diartikan sederhana. APRI berfungsi menunjang tugas profesi kepenghuluan. Hal inilah yang mendorong kepengurusan APRI Kabupaten Lima Puluh Kota segera dilantik. Meski tertunda beberapa waktu, H. Eri Iswandi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, hari ini, Selasa (29/9), mengukuhkan kepengurusan APRI Kabupaten Lima Puluh Kota periode 2025/2029, dengan ketua terpilih, Suherman, S. Ag., Kepala KUA Kecamatan Akabiluru.
Bertempat di Aula Serbaguna kantor setempat, pengukuhan dihadiri Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, diwakili Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais), H. Yosep Chirul, Ketua Umum APRI Wilayah Sumbar, H. Zulkifli, Sekretaris APRI Wilayah Sumbar, Saiful Rizal, dan Plt. Kasubbag TU, sekaligus Kasi Bimas Islam, H. Gunawan Bulfi.
Dalam arahannya, Kakankemenag menyatakan, pengurus APRI harus memiliki visi dan misi yang sama, saling mendukung, kreatif, inovatif, selaras kata dan perbuatan, serta berkomitmen memajukan organisasi.
“Sebuah organisasi akan maju dan berkembang jika dibalut dengan rasa kebersamaan. Tidak ada yang mampu bekerja sendiri-sendiri. Masing-masing kita pasti membutuhkan orang lain,” terang Kepala Kantor.
Kepala Kantor menambahkan, saat ini kepengurusan APRI masuk periode ke dua. Tentunya sangat diharapkan kemajuan dari organisasi tersebut guna mendukung kinerja ASN, khususnya para penghulu.
“Kita berharap APRI dapat maju lebih baik dan mampu mewadahi penghulu dalam menyelesaikan tupoksinya, dan memberi kontibusi positif bagi kemajuan lembaga Kementerian Agama,” pungkas Kepala Kantor.
Sementara itu, Kabid Urais dalam arahannya mengatakan, APRI harus memberi manfaat bagi anggota. Pengurus APRI memiliki peran ganda, sebagai ASN dan sebagai lokomotif organisasi profesi.
Di samping itu, pengurus APRI dan seluruh penghulu, harus mampu mengembangkan diri, berimprovisasi, dan meningkatkan kompetensi.
“Penghulu akan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Akan sangat dituntut kompetensi yang mumpuni. Masyarakat semakin cerdas seiring dengan perkembangan teknologi dan digital. Maka penghulu harus mampu mengimbangi hal tersebut,” ungkap H. Yosep.
Kapala Bidang menambahkan, layanan di KUA kecamatan saat ini bukan lagi hanya dalam bentuk layanan nikah ,namun sudah beralih menjadi layanan komprehensif. Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang juga mengajak 37 Penghulu se Kabupaten Lima Puluh Kota untuk terus berkolaboratif, guna mewujudkan sejumlah program Kemenag, diantaranya Gema Asri, Calon Pengantin Menanam dan Berdampak (Catin Nampak), sebagai dukungan dalam program ekoteologi, serta program lainnya.
“Mari satukan gerak dan Langkah menuju APRI Kabupaten Lima Puluh Kota yang lebih baik,” tutup H. Yosep
Sebelumnya, Ketua Umum APRI Wilayah Sumbar, H. Zulkifli, dalam sambutannya menjelaskan, APRI adalah wadah untuk mengembangkan kompetensi. Penghulu harus menyikapi dinamika yang terjadi dengan bijak.
APRI merupakan bagian dari Kemenag yang turut serta menyukseskan Asta Protas. Seorang penghulu juga harus menjaga marwah kepenghuluannya, menjadi barometer di tengah masyarakat, dan meningkatkan citra penghulu.(Humas_Nina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....