Peringatan Akhir September, Sumatera Barat Hadapi Cuaca Ekstrem

  • 29 Sep 2026 08:31 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau Padang Pariaman memprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat pada Selasa (29/9/2026) dan Rabu (30/9/2026). Perubahan dinamika cuaca harian ini menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat, mengingat curah hujan berpotensi terjadi dari siang hingga malam hari dengan diiringi fluktuasi kelembapan udara yang cukup tinggi.

Prakirawan BMKG, Anisa Fitroh menyampaikan bahwa memasuki hari Selasa, wilayah Sumatera Barat secara umum akan didominasi kondisi berawan pada pagi hari, dengan potensi hujan ringan yang mulai muncul di kawasan Pasaman Barat dan Pasaman. Peningkatan curah hujan diproyeksikan mulai masif pada rentang siang menuju sore hari, di mana kecepatan angin dari arah timur laut hingga barat terpantau berkisar antara 4 hingga 32 kilometer per jam.

Suhu udara pada hari tersebut diprediksi cukup sejuk pada malam hari, yakni berada pada rentang 17 hingga 32 derajat Celcius. "Untuk peringatan dini esok hari, perlu diwaspadai adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah seperti Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, dan sekitarnya," ujar nya.

Ilustrasi Cuaca Ekstrem. Sumber Google

Kondisi cuaca yang didominasi tutupan awan ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga hari Rabu. Distribusi hujan diprediksi merata tidak hanya di wilayah daratan utama, tetapi juga mencakup perairan pesisir barat. Angin akan mengalami pergeseran, bertiup dari arah tenggara menuju barat daya dengan batas kecepatan maksimal mencapai 30 kilometer per jam. Pada fase ini, rentang suhu udara sedikit bergeser ke angka 18 hingga 31 derajat Celcius.

"Untuk peringatan dini harian lusa, perlu waspada potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kepulauan Mentawai, Bukittinggi, Padang, Pasaman, 50 Kota, Sawah Lunto, Kabupaten Solok, Sijunjung, Dharmasraya, dan sekitarnya," tambah nya.

Secara keseluruhan, profil cuaca selama dua hari tersebut memperlihatkan angka kelembapan udara yang sangat jenuh, yakni menyentuh ambang 98 persen pada titik puncaknya. Fenomena ini mengonfirmasi tingginya potensi presipitasi di wilayah Sumatera Barat.

Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim atau beraktivitas di daerah dengan status peringatan dini tersebut dihimbau untuk selalu mempersiapkan langkah antisipatif terhadap potensi dampak turunan dari tingginya curah hujan. (NAS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....