Pengembangan Komoditas Lokal dan Inovasi Teknologi Pertanian Tanah Datar
- 29 Sep 2026 08:36 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kabupaten Tanah Datar berhasil memantapkan posisinya sebagai salah satu sentra produksi pangan utama di Sumatera Barat melalui pengembangan varietas padi lokal yang ikonik. Wel Embra, S.P., M.Si., Kepala Dinas Pertanian setempat secara konsisten membina kelompok tani untuk membudidayakan padi varietas "Bujang Marantau", yang kini telah menjadi komoditas andalan dengan masa panen relatif ideal, yakni di kisaran seratus lima hingga seratus sepuluh hari.
"Tentu kita berikan bantuan dan dorongan kepada petani yang menerapkan teknologi budidaya, khususnya untuk varietas ikonik kita Bujang Marantau, agar indeks pertanamannya terus meningkat," ungkapnya.

Sebagai upaya menekan tingginya ongkos produksi, otoritas pertanian daerah juga gencar menyosialisasikan penerapan teknologi "Padi Salibu" di berbagai sentra persawahan. Inovasi budidaya ini memungkinkan tunas baru tumbuh dari bonggol padi yang telah dipanen sebelumnya, sehingga petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk pengolahan lahan ulang, persemaian, maupun pembelian benih baru pada musim tanam berikutnya.
"Dengan inovasi padi Salibu ini, siklus panennya sangat cepat dan menguntungkan, di mana petani bisa panen tiga kali dalam satu tahun, bahkan secara rekomendasi bisa dimaksimalkan sampai lima kali," ujarnya.
Penerapan teknologi Salibu diyakini menjadi solusi jitu di tengah fluktuasi harga sarana produksi pertanian yang kerap membebani masyarakat akar rumput. Pemerintah daerah terus menyelenggarakan sekolah lapang agar standar operasional prosedur budidaya tunas bonggol ini dapat diterapkan secara presisi.
Ke depannya, perpaduan antara varietas lokal unggul dan efisiensi teknologi Salibu diproyeksikan mampu menjamin kedaulatan pangan sekaligus melipatgandakan margin keuntungan para pahlawan pangan di Tanah Datar. (NAS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....