Pemprov Sumbar Dorong Nagari Creative Hub Kembangkan Kreativitas

  • 29 Sep 2026 19:04 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi: Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong Nagari Creative Hub menjadi ruang kreativitas masyarakat sekaligus pelestarian budaya lokal. Program tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi melalui pengembangan potensi unggulan setiap nagari secara berkelanjutan.

Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan pelestarian seni budaya di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Kegiatan berlangsung di Medan Nan Bapaneh Kantor Wali Nagari Koto Tangah, Sabtu, 26 September 2026.

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Ahmad Zakri membuka kegiatan tersebut secara resmi. Peserta kegiatan melibatkan generasi muda dan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya Minangkabau setempat.

Ahmad Zakri mengatakan setiap nagari mempunyai kearifan lokal sebagai identitas sekaligus kekuatan masyarakat dalam menghadapi perubahan. Pemerintah daerah mendorong generasi muda mengenal, menjaga, serta mengembangkan kekayaan tersebut melalui berbagai kegiatan kreatif.

“Setiap nagari memiliki potensi kearifan lokal yang mesti dilestarikan dan dikenalkan secara lebih luas,” kata Ahmad Zakri. Ia berharap kekayaan tersebut menjadi karakter sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

Menurut Ahmad Zakri, potensi nagari mencakup seni, budaya tradisional, kuliner, kerajinan, pengetahuan lokal, permainan anak nagari, serta ekonomi kreatif. Pengelolaan secara tepat dan berkelanjutan dapat mengubah berbagai potensi tersebut menjadi penggerak perekonomian masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjadikan Nagari Creative Hub sebagai bagian dari komitmen mengembangkan potensi lokal secara produktif. Program tersebut tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan ruang bagi masyarakat untuk menghasilkan karya bernilai ekonomi.

“Kita ingin Nagari Creative Hub menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya. Ahmad Zakri menambahkan pengembangan ekonomi harus berjalan beriringan dengan penguatan identitas budaya masyarakat nagari.

Keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku budaya, pelaku ekonomi kreatif, generasi muda, serta dunia pendidikan. Sejak 2025 hingga 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan tiga belas daerah sebagai lokasi pelaksanaan Nagari Creative Hub.

Pemerintah Kabupaten Agam turut mendukung program tersebut melalui penyediaan ruang kegiatan dan anggaran pembinaan bagi masyarakat. Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Agam Yunelson menyebut pemerintah daerah menetapkan 32 masjid sebagai pusat aktivitas anak nagari.

Setiap masjid yang masuk dalam program memperoleh anggaran pembinaan sebesar Rp15 juta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Agam. “Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” ujar Yunelson.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Fadli Junaidi mengatakan kegiatan pelestarian seni budaya berlangsung selama dua hari, 26 hingga 27 September 2026. Rangkaian acara mencakup pameran Museum Adityawarman, lokakarya warisan budaya, pameran kuliner tradisional, pertunjukan seni, pelatihan pasambahan kato, serta makan bajamba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....