Sinergi BPS dan KPPN Lubuk Sikaping Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

  • 21 Sep 2026 10:23 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Pasaman – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Lubuk Sikaping berkolaborasi mensukseskan penyelenggaraan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Pendataan nasional berskala besar yang digelar 10 tahun sekali ini berfokus mengumpulkan data dasar seluruh unit usaha non-pertanian.

Sensus Ekonomi ke-5 yang berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 ini menerapkan pendekatan digital penuh serta integrasi data administrasi. Cakupan pendataan meliputi sektor perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, transportasi, akomodasi, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, pendidikan, kesehatan, hingga hiburan.

Pelaksanaan SE 2026 di Kabupaten Pasaman mencakup 12 kecamatan dan 62 nagari dengan populasi 322,9 ribu jiwa. Sementara di Kabupaten Pasaman Barat mencakup 11 kecamatan dan 90 nagari dengan populasi 454,5 ribu jiwa. Metodenya menggabungkan kuesioner online via WhatsApp bagi usaha besar-menengah dan pendataan door to door oleh petugas ke setiap rumah tangga.

KPPN Lubuk Sikaping selaku perwakilan Kementerian Keuangan di daerah memegang peran strategis dalam mendukung penyediaan anggaran operasional APBN bagi satuan kerja BPS di kedua kabupaten tersebut. Sampai dengan 31 Agustus 2026, KPPN Lubuk Sikaping telah mencairkan dana operasional sebesar Rp2,14 miliar untuk BPS Kabupaten Pasaman dan Rp2,48 miliar untuk BPS Kabupaten Pasaman Barat.

Sinergi dan efektivitas realisasi anggaran ini diharapkan menghasilkan basis data perekonomian yang akurat sebagai aset berharga (the new oil). Hasil SE 2026 nantinya menjadi pijakan bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, serta pelaku usaha dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan analisis investasi daerah yang inklusif. (Genta Gamary)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....