Dosen UM Sumbar Luncurkan Buku Panduan Efektif Mengajar Generasi ALPHA
- 17 Sep 2026 12:00 WIB
- Bukittinggi
RRI.COID,Bukittinggi - Mendidik generasi Alpha (anak-anak yang lahir setelah tahun 2010) memang menghadirkan tantangan yang jauh berbeda karena mereka adalah “digital natives” murni yang hidup di dunia yang serba cepat dan instan.

Dalam suasana kegalauan itu, diperlukan sebuah metode yang efektif agar orang tua maupun guru dapat tetap memberikan pembelajaran secara sempurna.

Tantangan itu dijawab oleh dosen FKIP UM Sumatera Barat dengan menerbitkan sebuah buku berjudul “SMART TEACHING FOR ALPHA GENERATION: Adaptasi Cerdas di Era Transisi” yang ditulis oleh Beniario,MPd bersama dengan Mezia Kemala Sari, MA.
Buku referensi bernomor ISBN terbitan Pena Persada tersebut diluncurkan dalam kesempatan Hari Bermuhammadiyah FKIP UM Sumatera Barat tanggal 16 September 2026 di Kampus Bukittinggi.
Peluncuran buku dilakukan oleh Dekan FKIP, Rini Hendrita, MPd. dilanjutkan bedah buku ini sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang ditorehkan oleh dosen FKIP UM Sumatera Barat tersebut.
Kegiatan ini dihadiri para dosen dan tenaga kependidikan (Tendik) di lingkungan FKIP UM Sumatera Barat.
Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Efri Yoni Baikoeni, MA yang juga seorang dosen penulis menyatakan bahwa buku ini hadir sebagai jawaban strategis atas kesenjangan komunikasi dan metode pembelajaran antara pendidik dengan siswa Generasi Z dan Alpha di era digital.
Di saat pendekatan konvensional mulai kehilangan daya tariknya di hadapan siswa yang tumbuh berdampingan dengan gawai dan internet, buku ini menawarkan perspektif baru bahwa teknologi bukanlah musuh, melainkan mitra pembelajaran yang potensial.
Melalui filosofi "Smart Teaching, Smart Alpha", buku ini mengajak para guru, calon pendidik, dan orang tua untuk tidak hanya memahami karakteristik linguistik dan perilaku digital generasi muda mulai dari fenomena brain rot, evolusi bahasa gaul, hingga etika penggunaan AI tetapi juga beradaptasi dengan strategi pengajaran yang relevan, humanis, dan bermakna.
Selanjutnya Efri Yoni Baikoeni yang juga seorang editor professional di sebuah penerbitan kampus tersebut menilai bahwa buku ini sangat menarik karena disusun secara komprehensif yang menyajikan panduan praktis yang siap diterapkan, mulai dari transformasi peran guru menjadi fasilitator, metode inovatif seperti FUVGIS (belajar kosakata dan tata bahasa lewat musik), proyek "koding" cerita, hingga pemanfaatan media sosial sebagai laboratorium bahasa yang autentik.
Lebih dari sekadar kumpulan teori, buku ini menekankan pentingnya menjaga akar budaya, membangun empati digital, dan merancang kurikulum serta asesmen yang merayakan proses, bukan sekadar menghakimi hasil.
Pada akhirnya, buku ini adalah peta jalan untuk mencetak generasi Alpha yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga berkarakter kuat, kritis, dan tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....