Sosialisasi Bahaya Kebakaran Perkuat Kesadaran Warga Kelurahan ATTS

  • 15 Sep 2026 07:44 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Upaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran terus dilakukan di tingkat kelurahan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi bahaya kebakaran bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bukittinggi di Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah (ATTS).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Lurah ATTS, Yasir Hidayat, SH, bersama jajaran kelurahan dan masyarakat. Sosialisasi menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman kepada warga bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai berbagai potensi penyebab kebakaran yang kerap terjadi di lingkungan rumah maupun tempat usaha. Mulai dari penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai standar, kelalaian saat memasak, penggunaan peralatan elektronik secara berlebihan, hingga kebiasaan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

"Edukasi tersebut penting mengingat kebakaran dapat terjadi kapan saja dan sering kali bermula dari hal sederhana. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar apabila berada di sekitar bahan yang mudah terbakar, terlebih di kawasan permukiman yang memiliki bangunan saling berdekatan,"ujar Yassir

Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak menganggap remeh sumber-sumber api maupun kondisi instalasi listrik di rumah.

Masyarakat Diminta Kenali Potensi Bahaya

Melalui sosialisasi ini, warga didorong untuk mulai melakukan pemeriksaan sederhana di lingkungan masing-masing. Salah satunya dengan memastikan kabel dan sambungan listrik dalam kondisi baik serta tidak menggunakan terlalu banyak peralatan listrik pada satu stop kontak.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kompor dan tabung gas. Setelah memasak, api harus dipastikan benar-benar padam. Selang dan regulator gas juga perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak terdapat kebocoran.

Selain itu, penggunaan lilin, obat nyamuk bakar, tungku, maupun sumber api lainnya harus mendapatkan pengawasan. Sumber api yang ditinggalkan tanpa pengawasan dapat menjadi pemicu kebakaran, terutama apabila berada dekat dengan kain, kertas, bahan bakar, atau material mudah terbakar lainnya.

Kesadaran tersebut perlu dibangun menjadi kebiasaan sehari-hari. Pencegahan jauh lebih penting dibandingkan menunggu kebakaran terjadi dan kemudian mengandalkan petugas pemadam.

Jangan Panik Saat Kebakaran Terjadi

Dalam edukasi kebakaran, masyarakat juga perlu memahami langkah yang harus dilakukan ketika menemukan api.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan segera meminta bantuan. Jika api masih dalam skala kecil dan kondisi memungkinkan, masyarakat dapat menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR yang tersedia.

Namun, apabila api mulai membesar dan tidak dapat dikendalikan, warga tidak dianjurkan memaksakan diri melakukan pemadaman. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas.

Warga perlu segera keluar dari bangunan, membantu anak-anak, lansia, maupun anggota keluarga yang membutuhkan bantuan, serta menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak kembali masuk ke bangunan yang terbakar hanya untuk mengambil barang. Kondisi bangunan yang terbakar dapat membahayakan karena struktur bangunan bisa mengalami kerusakan dan sewaktu-waktu runtuh.

Pentingnya Edukasi APAR

Salah satu pengetahuan penting yang perlu dimiliki masyarakat adalah penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

APAR dapat menjadi pertolongan awal ketika kebakaran masih dalam tahap kecil. Namun, keberadaan APAR harus dibarengi dengan pengetahuan mengenai cara penggunaannya.

Masyarakat perlu mengetahui lokasi APAR, memastikan alat tersebut mudah dijangkau, serta memperhatikan kondisi dan masa berlaku alat. APAR juga tidak boleh ditempatkan di lokasi yang sulit diakses ketika keadaan darurat.

Edukasi seperti ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap keluarga diharapkan mampu mengenali potensi bahaya dan mengetahui tindakan awal ketika terjadi kebakaran.

Peran Kelurahan dalam Pencegahan Kebakaran

Lurah ATTS Yasir Hidayat, SH, melalui kegiatan tersebut turut mendorong pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petugas Damkar, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih aman.

Kelurahan menjadi salah satu garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan komunikasi yang rutin, warga dapat lebih cepat mengetahui potensi ancaman sekaligus memahami langkah pencegahan yang harus dilakukan.

Pencegahan kebakaran juga tidak hanya berkaitan dengan rumah tinggal. Masyarakat yang memiliki usaha kuliner, warung, toko, maupun kegiatan ekonomi lainnya perlu memberikan perhatian lebih terhadap keamanan sumber listrik, kompor, tabung gas dan peralatan yang menghasilkan panas.

Semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan awal kebakaran, semakin besar pula peluang untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian materi.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi bersama Damkar Kota Bukittinggi di Kelurahan ATTS diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar kebakaran di tengah masyarakat.

Kesadaran tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana mencegah api muncul sejak awal.

Dengan kewaspadaan, pengetahuan dan kepedulian bersama, lingkungan permukiman dapat menjadi lebih aman dari ancaman kebakaran. Pemerintah dan petugas Damkar tidak dapat bekerja sendiri, karena masyarakat memiliki peran yang sangat penting sebagai pihak pertama yang dapat mengenali dan mencegah potensi kebakaran di lingkungannya. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....