Kabut Asap, dan Potensi Hujan Masih Menyelimuti Sumatera Barat

  • 15 Sep 2026 22:31 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Prakirawan BMKG stasiun meteorologi Minangkabau Padang Pariaman, Febri, menyatakan, cuaca Sumatera Barat pada pertengahan September 2026 ini secara umum masih dipengaruhi oleh fenomena kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh wilayah.

Di sisi lain, anomali cuaca tetap memungkinkan turunnya hujan di beberapa kabupaten dan kota, sehingga warga diimbau untuk mewaspadai fluktuasi kondisi udara.

Secara umum, kondisi cuaca pada hari Rabu, 16 September diprakirakan akan mengalami peningkatan intensitas curah hujan dengan dominasi cuaca cerah berawan disertai kabut asap sepanjang hari, di mana potensi hujan berintensitas ringan akan diawali di wilayah Pasaman Barat pada pagi hari.

"Kemudian siang hingga sore hari, kondisi diprakirakan cerah berawan hingga kabut asap, dan terjadi potensi hujan intensitas ringan terdapat di wilayah Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Solok. Dan pada dini hari, cuaca masih berawan disertai dengan kabut asap, disertai potensi hujan intensitas ringan ada di wilayah Pasaman Barat, Agam, Kota Pariaman, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya," ujarnya.

Kabut Asap di Kota Bukittinggi. Sumber Google

Merespons kualitas udara yang berisiko bagi kesehatan akibat polusi tersebut, otoritas terkait mengeluarkan panduan keselamatan bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah. Febri juga menekankan langkah antisipasi utama guna meminimalisir dampak negatif pada saluran pernafasan.

"Kami menghimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, kami juga meminta agar warga tidak turut serta melakukan pembakaran sampah yang dapat memperparah kondisi kabut asap saat ini," tambanya.

Pemakaian pelindung pernapasan secara disiplin diharapkan mampu menekan angka penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA di tengah masyarakat. Selain itu, kesadaran kolektif untuk tidak menambah sumber polusi baru menjadi kunci krusial dalam mempercepat pemulihan kualitas udara di wilayah Sumatera Barat. (NAS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....