Ketua PWI Sumbar Lantik Pengurus PWI Bukittinggi, Asrial Gindo Sebagai Ketua
- 12 Sep 2026 15:34 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bukittinggi masa bakti 2026–2029 resmi dilantik.
Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat, Widya Navies di Aula Istana Bung Hatta, Jumat, 11 September 202 sore.
Asrial Gindo kembali dipercaya menakhodai organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut, setelah terpilih melalui Konferensi Luar Biasa (KLB) pada 17 Juli 2026 lalu.
Sosok jurnalis senior yang juga merupakan alumni STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi ini memiliki rekam jejak panjang, mulai dari aktivis Reformasi 1998 dan pengurus HMI, pimpinan redaksi media, hingga pernah mengemban amanah sebagai Pimpinan BAZNAS Kota Bukittinggi periode 2020-2025.
Ketua panitia, Januar Jamil, menjelaskan, PWI merupakan organisasi profesi atau lebih dikenal dengan jurnalis, yang pada umumnya bekerja di berbagai platform media, seperti media cetak maupun media online. PWI didirikan pada tanggal 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah, sekaligus menjadi hari pers nasional.

"Pada hari ini dilantik 30 orang anggota PWI Bukittinggi, diantaranya 5 orang penasehat, 18 orang pengurus dan 7 orang calon anggota," jelasnya.
Dalam sambutannya, Ketua PWI Kota Bukittinggi, Asrial Gindo menegaskan komitmennya, untuk membawa PWI Bukittinggi menjadi organisasi yang berintegritas, mandiri, dan adaptif di era digitalisasi.
"Di tengah derasnya arus disinformasi, kami memprioritaskan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), penguatan perlindungan hukum bagi anggota, serta menghadirkan insan pers yang memiliki nalar kritis dan intelektual demi pembangunan Bukittinggi yang bermartabat," ulasnya.

Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, berpesan agar jajaran pengurus baru terus menjaga solidaritas, menjalankan organisasi secara transparan, serta merawat sinergi dengan pemerintah tanpa mengorbankan independensi pers.
“Kepada seluruh pengurus yang sudah dilantik pada hari ini terus bersatu dan menjaga solidaritas agar segala niat baik yang direncanakan dapat terwujud,” ujarnya.
Menurut Widya Navies, Pers memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan informasi dan mitra bagi pemerintah serta tetap menjaga independensi sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial.
“Hal ini bukan berarti tidak boleh mengkritik pemerintah, setiap berita harus didukung dengan fakta, data akurat serta berimbang dan terkonfirmasi. Saya mengingatkan seluruh anggota PWI untuk tetap memegang teguh Kode Etik Jurnalistik, Undang -Undang Pers dan Kode Perilaku Wartawan,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, apresiasi atas terselenggaranya Konferensi Luar Biasa PWI Kota Bukittinggi pada 17 Juli lalu yang menghasilkan komposisi pengurus baru periode 2026–2029, serta atas terpilihnya Asrial Gindo sebagai Ketua PWI Bukittinggi periode 2026–2029.
“Amanah dan kepercayaan anggota menjadi landasan dalam menahkodai PWI Bukittinggi, sebagai organisasi wartawan pertama dan tertua di Indonesia,” jelasnya.
Wali Kota meyakini, PWI Bukittinggi akan dapat menaungi seluruh jurnalis kota ini dengan baik. Kedepan pers, dan pemerintah terus bersinergi membangun daerah, serta menjaga informasi yang akurat dan berimbang.
“Pengurus PWI yang baru dilantik diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan program pembangunan kepada masyarakat melalui media cetak, elektronik dan online,” terangnya.

Ramlan Nurmatias berharap, pers menyajikan berita yang objektif, mengedukasi, menangkal hoaks, serta menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Pemerintah Kota Bukittinggi terus mendukung awak media menjalankan tugas secara profesional dan beretika, menaati Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kritik membangun yang objektif, santun dan berbasis data diharapkan menjadi masukan dalam perbaikan kebijakan publik,” ungkapnya. (YPA/AGZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....