Pemko Payakumbuh Meluncurkan Inovasi PETANI BERDASI dan GraNILA JARWO

  • 12 Sep 2026 13:54 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Payakumbuh – Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengajak pemerintah dan masyarakat berperan dalam pengendalian inflasi pangan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan produksi pangan di lingkungan masing-masing.

Salah satu langkah diwujudkan melalui program PETANI BERDASI atau Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi. Program tersebut mendorong ASN menjadi produsen pangan melalui pertanian perkotaan atau urban farming.

Program PETANI BERDASI diluncurkan Zulmaeta melalui apel bersama, Jumat, 11 September 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bawang merah di halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh.

“Melalui inovasi ini, sebanyak 2.300 ASN Pemko Payakumbuh ditransformasikan menjadi produsen mandiri,” kata Zulmaeta. Menurutnya, bawang merah dipilih karena menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi.

Setiap ASN mendapat satu polybag media tanam dan dua Benih Siap Tanam bawang merah varietas unggul. Tanaman tersebut dirawat di lingkungan kantor masing-masing sebagai bagian dari gerakan ketahanan pangan.

Zulmaeta mengatakan program tersebut bukan sekadar gerakan menanam, tetapi membangun kesadaran bersama. Menurutnya, pengendalian inflasi membutuhkan keterlibatan pemerintah, ASN, dan masyarakat.

“ASN belajar secara langsung bahwa pangan yang dikonsumsi membutuhkan proses, perawatan, dan kerja keras,” ujarnya. Ia berharap gerakan tersebut berkembang hingga lingkungan rumah dan masyarakat sekitar.

Para kepala perangkat daerah diminta mengawal keberlanjutan program melalui apel pagi rutin. Mereka juga diminta mendokumentasikan perkembangan tanaman sebagai bagian dari pemantauan program.

Program PETANI BERDASI juga diperkuat melalui program GraNILA JARWO untuk meningkatkan produksi padi. Program tersebut memberikan benih unggul, pupuk kompos, dan bantuan upah tanam kepada petani.

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna mengatakan GraNILA JARWO menyasar lahan KSA dan LP2B. Program tersebut memiliki target pengembangan lahan seluas 250 hektare pada Tahun Anggaran 2026.

“Program ini mengintegrasikan tiga bantuan utama secara terpadu,” terang Nila. Bantuan tersebut meliputi benih unggul bersertifikat, pupuk kompos, serta bantuan upah tanam.

Nila mengatakan keberhasilan program bergantung pada kepatuhan petani terhadap teknis budidaya. Penanaman menggunakan pola Jajar Legowo 2-1 atau 4-1 untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.

Seluruh rangkaian kegiatan akan dikawal Penyuluh Pertanian Lapangan bersama Tim Monitoring dan Evaluasi. Pengawalan tersebut dilakukan untuk memastikan penerapan teknis budidaya berjalan sesuai ketentuan.

Pemko Payakumbuh menempatkan pengendalian inflasi melalui penguatan produksi pangan daerah. Langkah tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan luar daerah.

Upaya tersebut juga diharapkan menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Payakumbuh. Program urban farming dan peningkatan produksi padi menjadi bagian strategi pengendalian inflasi daerah. (MC)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....