Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah U-Turn
- 12 Sep 2026 13:54 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh mengkaji penutupan sejumlah U-turn untuk mengurai kemacetan. Kajian tersebut juga mencakup penataan parkir dan upaya menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
Pembahasan dilakukan melalui rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Rabu, 9 September 2026. Rapat berlangsung di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, untuk mengevaluasi sejumlah titik rawan kepadatan.
Sejumlah lokasi yang dievaluasi meliputi SPBU Parit Rantang, kawasan Lapas/Ramayana, dan Masjid Al-Ihsan. Evaluasi juga mencakup gerbang Masjid Gadang, Batang Agam, Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, Simpang Kasda, serta gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh, Yasrizal, mengatakan penataan lalu lintas membutuhkan koordinasi lintas instansi. Langkah tersebut diperlukan agar persoalan lalu lintas dapat ditangani secara terpadu.
"Forum ini kita arahkan untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan dan pengawasan lalu lintas secara lintas sektoral," katanya.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh, Yulhendri, menegaskan hasil pembahasan belum menjadi keputusan final. Pemerintah akan mengecek kondisi lapangan dan melakukan simulasi sebelum menerapkan rekayasa lalu lintas.
"Kita ingin setiap keputusan benar-benar berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan," ujarnya. Menurutnya, kajian juga mempertimbangkan keselamatan serta aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Kabid Keselamatan dan Operasional Dinas Perhubungan Payakumbuh, Finto Handayana Putra, menyebut penutupan U-turn masih berupa usulan. Lokasi yang diusulkan meliputi depan SPBU Parit Rantang dan kawasan Lapas/Ramayana.
"Penutupan median menjadi salah satu opsi yang kita siapkan untuk diuji di lapangan," katanya. Manuver kendaraan di kedua lokasi dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas saat jam sibuk.
Di depan Masjid Al-Ihsan, median telah ditutup sementara menggunakan water barrier. Penutupan permanen masih menunggu hasil kajian dan pembahasan Forum LLAJ.
Bukaan median di depan gerbang Masjid Gadang juga diusulkan ditutup sebagian. Lebar bukaan sekitar 17 meter dinilai meningkatkan risiko kecelakaan karena memungkinkan manuver kendaraan lebih leluasa.
Untuk kawasan wisata Batang Agam, evaluasi mencakup sirkulasi kendaraan, parkir, dan aktivitas pedagang kaki lima. Keluhan pedagang terkait rambu larangan masuk juga menjadi pertimbangan forum.
"Kita perlu mencari skema yang membuat arus tetap lancar tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Finto. Forum akan mempertimbangkan kondisi lalu lintas sekaligus kepentingan ekonomi masyarakat.
Evaluasi juga dilakukan di Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD saat jam pulang sekolah. Kendaraan orang tua siswa yang berhenti atau parkir di kedua sisi jalan kerap memicu kepadatan.
Simpang Kasda turut menjadi perhatian, terutama terkait operasional lampu lalu lintas. Aktivitas pedagang kuliner mulai pukul 15.00 WIB juga menjadi bagian dari evaluasi.
Sementara itu, kawasan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota masih dalam kajian. Opsi yang dipertimbangkan meliputi sterilisasi parkir reguler dan pembatasan parkir kendaraan pariwisata.
Finto mengatakan Forum LLAJ akan turun langsung ke sejumlah lokasi pada Kamis, 10 September 2026. Kajian dan simulasi dilakukan untuk memastikan rekayasa lalu lintas sesuai kondisi faktual.
"Sesuai kesepakatan forum, kita akan turun ke lapangan untuk melakukan kajian dan simulasi," pungkasnya. Langkah tersebut diharapkan mampu memperlancar arus lalu lintas di Kota Payakumbuh. (MC)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....