SMAN 2 Padang Panjang Luncurkan SPAB, Bangun Budaya Sadar Bencana

  • 10 Sep 2026 00:17 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Padang Panjang - SMAN 2 Padang Panjang resmi meluncurkan Satuan Pendidikan Aman Bencana SPAB, Rabu 9 September 2026. Program ini menjadi langkah sekolah dalam membangun budaya sadar bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah menghadapi berbagai potensi bencana.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 2 tersebut dihadiri unsur lintas sektor penanggulangan bencana, kesehatan, keselamatan, dan perlindungan masyarakat.

Hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumatera Barat Willia Zuwerni, Kepala BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang Mihandrik, serta perwakilan BMKG, Dinas Kesehatan, PMI, RSUD, RS Yarsi, Dinas Sosial PPKBPPPA, Satpol PP dan Damkar.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumbar Willia Zuwerni menegaskan, pendidikan kebencanaan perlu menjadi bagian dari budaya sekolah.

“Pendidikan kebencanaan perlu menjadi bagian dari budaya sekolah sehingga warga sekolah tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang Mihandrik. Ia berharap keberadaan SPAB dapat memperkuat kemampuan sekolah mengenali risiko, melakukan pencegahan, serta merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Keberadaan SPAB diharapkan dapat memperkuat kemampuan sekolah dalam mengenali risiko, melakukan pencegahan, serta merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.

Salah satu agenda dalam kegiatan ini adalah pengukuhan Satgas Siaga Bencana SMAN 2. Satgas ini dibentuk untuk menjadi penggerak budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Melalui pembekalan dan latihan berkelanjutan, anggota satgas diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan menghadapi kondisi darurat.

Usai peluncuran SPAB dan pengukuhan satgas, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi gempa bumi yang diikuti siswa dan seluruh warga sekolah.

Peserta dilatih melakukan perlindungan diri saat gempa, sebelum dievakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Warga sekolah juga dilatih untuk tetap tenang, disiplin, serta mematuhi arahan selama proses evakuasi.

Antusiasme siswa dalam mengikuti simulasi menunjukkan bahwa pendidikan kebencanaan dapat ditanamkan melalui pengalaman langsung. Dengan demikian kesiapsiagaan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadi keterampilan yang dapat diterapkan saat darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....