PGRI Bukittinggi Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Tantangan Pendidikan
- 09 Sep 2026 20:15 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bukittinggi menggelar Pelatihan dan Lokakarya “Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru” di Hotel Campago Bukittinggi, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen PGRI bersama Pemerintah Kota Bukittinggi dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Kepala Sekolah dan guru.
Pelatihan dan lokakarya dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama khusus untuk jenjang SD yang diikuti sebanyak 135 peserta, sedangkan hari kedua diperuntukkan bagi jenjang TK, SMP, dan SMA/SMK.
Terlihat pada acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, S.Si., M.Si., didampingi Kabid PKPMP Dr. Masri, S.Pd., M.Pd., Kasi Kurikulum Roni Zulianto, S.Pd., Koordinator Pengawas Sekolah Aswardi, M.Pd., serta Ketua PGRI Kota Bukittinggi H. Heru Triastanawa, S.Ag., S.Pd.I., M.Pd.
Menurut pantauan awak media ini, rangkaian pembukaan acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI, kemudian dilanjutkan dengan pelaporan panitia, sambutan Ketua PGRI Kota Bukittinggi, serta sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi sekaligus pembukaan kegiatan. Dan ditutup dengan Doa oleh Jhoni Eka Putra , S.PdI.
PGRI Apresiasi Dukungan Pemerintah Daerah
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kota Bukittinggi H. Heru Triastanawa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memberikan dukungan anggaran berupa hibah untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pendidik yang memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan di Kota Bukittinggi.
Ketua PGRI juga menjelaskan bahwa pelatihan dan lokakarya dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama dikhususkan bagi kepala sekolah dan guru jenjang SD dengan jumlah peserta 135 orang, sedangkan hari kedua akan diikuti oleh peserta dari jenjang TK, SMP, dan SMA/SMK.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memberikan anggaran berupa hibah untuk peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru,” ujar Ketua PGRI dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah dan guru yang selama ini telah aktif menjadi anggota PGRI. Keaktifan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memperkuat organisasi profesi guru sekaligus membangun kebersamaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Diakhir sambutannya, Ketua PGRI Kota Bukittinggi berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Kepala Sekolah dan Guru,” harapnya.
Kepala Dinas: Guru Harus Terus Belajar
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PGRI Kota Bukittinggi yang telah menyelenggarakan pelatihan dan lokakarya tersebut.
Menurut Albertiusman, peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah merupakan sesuatu yang tidak dapat berhenti pada satu titik.
Perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta tuntutan pendidikan yang semakin kompleks mengharuskan para pendidik untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Ia menegaskan bahwa profesi guru memiliki hubungan yang sangat erat dengan proses belajar sepanjang hayat.
“Sebagai guru yang mendidik dan mengajar harus juga selalu belajar. Tidak mungkin mengajar tanpa belajar.”
Pernyataan tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh peserta pelatihan. Seorang guru tidak hanya berperan sebagai orang yang menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga harus senantiasa memperbarui pengetahuan, keterampilan, wawasan, dan cara pandang agar mampu menjawab kebutuhan generasi yang terus berubah.
Dalam kesempatan tersebut, Albertiusman juga mengajukan sebuah pertanyaan kritis kepada seluruh peserta pelatihan:” Seperti apa pendidikan kita ke depannya?”
Pertanyaan tersebut menjadi refleksi bersama bagi kepala sekolah dan guru. Pendidikan ke depan tentu menghadapi tantangan yang semakin kompleks, sehingga dibutuhkan pendidik yang adaptif, kreatif, profesional, dan terbuka terhadap perkembangan teknologi serta perubahan kebutuhan peserta didik.
Penguatan Kepemimpinan dan Pemanfaatan AI
Setelah pembukaan, peserta mengikuti sejumlah materi pengembangan kompetensi. Salah satunya adalah materi “Kepemimpinan Instruksional dan Tantangan Kualitas Pendidikan Masa Kini dan Mendatang” yang disampaikan oleh Dr. Masri, S.Pd., M.Pd.
Materi berikutnya disampaikan oleh Irawati, S.Pd., M.Pd. dari BGTK Provinsi Sumatera Barat dengan topik “Penyusunan Kokurikuler beserta Perangkat Pembelajaran dengan Memanfaatkan AI & Asesmen Pembelajaran yang Dikaitkan dengan TKA.”
Materi tersebut dilanjutkan setelah Ishoma hingga sore hari, memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman sekaligus menyusun perangkat yang berkaitan dengan kokurikuler, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), dan asesmen pembelajaran.
Pelatihan dan lokakarya ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam praktik kepemimpinan sekolah dan pembelajaran di kelas.
Bagi guru, kegiatan ini menjadi ruang untuk terus belajar, berbagi, berkolaborasi, dan berinovasi.
Sementara bagi kepala sekolah, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepemimpinan instruksional dan menciptakan ekosistem sekolah yang mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini dan masa mendatang.
Kegiatan hari pertama kemudian ditutup pada sore hari dengan coffee break dan acara penutupan. Susunan Acara Pelatihan dan Lokakarya.pdf
PGRI Kota Bukittinggi terus bergerak bersama pemerintah daerah dan seluruh insan pendidikan untuk mewujudkan pendidik yang kompeten, profesional, adaptif, dan siap menghadapi masa depan pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....
