BKMT Sumbar di Padang Panjang Picu Geliat Ekonomi Ratusan Pedagang
- 06 Sep 2026 14:23 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Padang Panjang - Keramaian kegiatan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre Padang Panjang, Minggu 6 September 2026, tidak hanya dirasakan para jemaah. Ratusan pedagang dari dalam dan luar daerah juga merasakan berkah dari membanjirnya pengunjung.
Sejak subuh, lapak-lapak pedagang mulai memenuhi sejumlah titik di pelataran Islamic Centre. Beragam dagangan ditawarkan, mulai dari kuliner tradisional, makanan-minuman, pakaian muslim, perlengkapan ibadah, sayur-mayur, peralatan rumah tangga dan berkebun, hingga berbagai produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Tingginya jumlah jemaah membuat aktivitas jual beli berlangsung ramai. Sejumlah pedagang mengaku dagangan mereka laris dibeli peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Salah satunya Deni, pedagang ketupat ketan asal Pitalah, Kabupaten Tanah Datar. Ia mengaku sengaja membawa makanan tradisional tersebut karena tidak banyak pedagang yang menjualnya. Pilihan itu ternyata tepat. Dagangannya mendapat sambutan dari jemaah, terutama kaum ibu yang menghadiri kegiatan BKMT.
“Saya memilih jualan ini karena tidak banyak yang jualan dagangan yang saya bikin. Terlebih lagi para ibu-ibu jemaah banyak menyukai katupek ketan ini. Kita ketahui para ibu-ibu ini banyak yang lansia, makanya saya jualan yang tidak dijual orang lain,” katanya.
Menurut Deni, kegiatan yang menghadirkan jemaah dalam jumlah besar menjadi peluang bagi pedagang untuk meningkatkan penjualan. Tidak hanya pedagang lokal, pelaku usaha dari daerah sekitar juga dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk kepada konsumen baru.
Keramaian perdagangan terlihat hampir di setiap sudut pelataran Islamic Centre. Jemaah yang datang untuk mengikuti kegiatan keagamaan juga menyempatkan diri membeli makanan, minuman, pakaian, perlengkapan ibadah maupun berbagai kebutuhan lainnya.
Bagi pelaku UMKM, kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Kegiatan BKMT se-Sumatera Barat yang diikuti sekitar 20 ribu jemaah memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Tingginya mobilitas peserta turut menggerakkan aktivitas perdagangan, kuliner dan UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
Kondisi tersebut menunjukkan kegiatan berskala besar, termasuk kegiatan keagamaan, dapat memberikan efek berganda bagi masyarakat. Selain menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat kehidupan keagamaan, keramaian peserta juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan tambahan pendapatan.
Suasana pelataran Masjid Manarul ‘Ilmi Islamic Centre semakin semarak dengan perpaduan aktivitas jemaah dan pedagang. Di satu sisi, ribuan masyarakat mengikuti rangkaian dakwah BKMT, sementara di sisi lain para pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk menawarkan produk mereka.
Kehadiran pedagang dari dalam maupun luar Kota Padang Panjang sekaligus memperlihatkan Islamic Centre mulai menjadi ruang yang mampu menampung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan yang berdampak terhadap geliat ekonomi.
Momentum tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang yang berharap kegiatan serupa kembali digelar di Kota Padang Panjang sehingga semakin banyak pelaku usaha lokal maupun dari daerah sekitar yang dapat merasakan manfaatnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....