Pemerintah Nagari Koto Panjang Dukung Penuh Pelebaran Jalan

  • 07 Sep 2026 08:53 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.FO.ID, Bukittinggi - Pemerintah Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, menyambut positif program pelebaran jalan alternatif yang menghubungkan wilayahnya menuju arah Bukittinggi.

Hal ini disampaikan langsung pada Selasa, 1 September 2026, oleh Wali Nagari Koto Panjang, Yunarson Sutan Bandaro, yang menegaskan bahwa program infrastruktur ini merupakan langkah penting untuk mencegah kemacetan, terutama saat terjadi bencana atau penutupan jalan utama di Sungai Landia yang kerap kali mengalihkan arus lalu lintas ke nagari tersebut.

Menurutnya, ruas jalan provinsi yang ada saat ini sudah tidak memadai lagi, terlebih dengan topografi daerah yang banyak kelokan serta sempit, sehingga seringkali menyulitkan mobilitas warga dan menghambat akses distribusi masyarakat, terutama para petani yang sangat bergantung pada kelancaran transportasi.

"Jadi sebenarnya jalan jalur ini adalah jalur alternatif. Artinya jalur ini lebih pendek jangkauannya atau jam perjalanannya dari kalau kita ke Padang Luar lewat Sungai Landia arah Lubuk Basung. Nah, makanya jalur ini juga apalagi dengan bencana ini, ketika di daerah lain di Sungai Landia ada jalan longsor, banyaklah artinya pengalihan jalan di nagari kami ini," ujarnya.

Salah satu jalan di Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. Sumber : Istimewa

Dalam upayanya mendukung program ini, Yunarson juga menjelaskan, sosialisasi pembebasan lahan sudah mulai berjalan dengan respons masyarakat yang sangat baik. Warga memahami pentingnya infrastruktur ini dan bersedia membebaskan sebagian lahannya demi kepentingan bersama.

Namun, ia juga menyoroti satu kendala utama, yakni potensi masalah pembebasan lahan di beberapa titik yang berstatus mandiri atau tidak layak huni, yang membutuhkan penanganan relokasi khusus dari pemerintah daerah. Selain itu, kondisi geografis nagari yang berbukit dan bertebing batu mengharuskan pemerintah melakukan langkah antisipasi ekstra, seperti penebangan pohon dan pengerukan material, guna menghindari risiko longsor di masa depan.

"Sebenarnya dari bencana kemarin ini, Pak Ihsan, kami di Kecamatan Ampek Koto itu kalau artinya Koto Panjang ini tidak begitu banyak dampaknya. Yang lebih berat di Kecamatan Ampek Koto, tetangga kami adalah Sungai Landia dan Balingka. Tapi artinya, kami, karena bencana itu, Sungai Landia dan Balingka itu banyak jalan provinsi, makanya kami artinya nagari kami difasilitasi untuk pelebaran jalan. Untuk mengantisipasi ketika ada jalan-jalan yang lain yang itu akan melumpuhkan akses transportasi kita," tambahnya.

Pemerintah Nagari berharap pengerjaan fisik pelebaran jalan ini dapat segera dieksekusi usai tahapan administrasi dan pembebasan lahan rampung. Warga juga diimbau untuk terus kooperatif dan memahami bahwa proyek ini mungkin akan menimbulkan ketidaknyamanan sementara, namun pada akhirnya akan membawa manfaat besar bagi kemajuan Nagari Koto Panjang dan wilayah sekitarnya. (NAS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....