Pemko Bukittinggi Segera Luncurkan Program Angkutan Gratis Bagi Pelajar
- 31 Agt 2026 15:52 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID-Bukittinggi. Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Perhubungan yang dipimpin Elza Aulia, S.STP., M.P.A., tengah mematangkan persiapan peluncuran program angkutan sekolah gratis bagi pelajar. Berdasarkan hasil pendataan awal yang dilakukan pada akhir tahun 2025 melalui formulir digital di sekolah, sebanyak 874 siswa berkartu keluarga Kota Bukittinggi yang tersebar di 8 SMP Negeri terdaftar sebagai penerima manfaat tahap pertama.
"Kegiatan angkutan gratis bagi pelajar ini insya Allah akan segera kita launching. Saat ini kami sudah punya data sebanyak 874 siswa kita dari 8 SMP Negeri yang ada di Kota Bukittinggi. Pendataan ini kita lakukan pada akhir tahun 2025 kemarin melalui Google Form yang kita bagikan melalui sekolah. Ke depannya kita akan mengakomodir semua pelajar di SMP baik swasta maupun negeri, termasuk di bawah Kementerian Agama seperti MTsN, dan tidak menutup kemungkinan juga ke depannya kita berikan kepada pelajar SMA."

Layanan angkutan gratis ini direncanakan beroperasi setiap hari sekolah mulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB dengan memanfaatkan trayek angkutan kota yang sudah ada. Khusus sekolah yang belum dilalui jalur reguler, seperti SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 7, Dinas Perhubungan menyiapkan trayek cadangan khusus. Untuk menjamin keselamatan siswa, seluruh armada angkot diwajibkan memenuhi standar uji KIR, pajak aktif, pengemudi memiliki SIM serta berpenampilan rapi, dan setiap kendaraan ditempeli stiker identitas resmi.
"Angkutan yang kita izinkan mengikuti layanan angkot gratis ini adalah angkutan yang memenuhi persyaratan laik jalan, seperti sopirnya punya SIM, angkutannya di-KIR, dan pajaknya ada. Untuk sopir angkot pun kita persyaratkan mereka harus rapi. Masing-masing angkutan kita beri label stiker nomor urut, jadi kita tahu siapa sopirnya dan di mana rutenya. Untuk pembayaran, kita bekerja sama dengan pihak koperasi angkutan dengan tarif 3.000 Rupiah per siswa yang direncanakan dibayarkan per tiga hari."
Pelaksanaan teknis di lapangan saat ini masih menunggu penetapan Peraturan Wali Kota terkait regulasi operasional, dengan target mulai beroperasi paling lambat pada September mendatang. Melalui kerja sama dengan tiga koperasi angkutan umum daerah, program ini diharapkan dapat membantu efisiensi biaya transportasi sekaligus meningkatkan kedisiplinan jam masuk sekolah para pelajar di Kota Bukittinggi. (NAS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....