Hujan Tak Surutkan Semangat Penurunan Bendera di Pasaman

  • 31 Agt 2026 00:34 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Pasaman: Guyuran hujan tidak memadamkan khidmat upacara penurunan Sang Saka Merah Putih di Pasaman.

Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunthe memimpin langsung upacara di halaman Kantor Bupati Pasaman pada hari Senin tanggal 17 Agustus tahun 2026.

Langit Pasaman mendung sejak pagi, rintik hujan berubah deras menjelang sore hari pelaksanaan upacara.

Meski demikian, barisan peserta tetap berdiri tegak tanpa bergeming sedikit pun di tengah basahnya lapangan.

Semangat nasionalisme terpancar dari wajah Aparatur Sipil Negara, pelajar, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang hadir.

Disiplin dan ketenangan peserta menjadi bukti penghormatan tertinggi kepada jasa para pahlawan bangsa Indonesia.

Parulian Dalimunthe bertindak sebagai inspektur upacara dengan suara lantang memimpin setiap aba-aba.

Pasukan penurun bendera bergerak sigap membawa Sang Saka Merah Putih turun perlahan diiringi lagu kebangsaan yang menggema.

Upacara penurunan bendera bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penegasan komitmen kebangsaan seluruh elemen masyarakat.

Momentum ini mengingatkan kembali pentingnya persatuan, gotong royong, dan kerja nyata untuk kemajuan daerah.

Bupati Pasaman Welly Suhery hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Pasaman.

Hadir pula Sekretaris Daerah, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita, kepala organisasi perangkat daerah, serta Aparatur Sipil Negara juga tampak khidmat.

Keberadaan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia menambah semarak suasana kebangsaan meski cuaca terus mengguyur tanpa henti.

Hujan yang turun sepanjang upacara justru menjadi simbol keteguhan semangat masyarakat Pasaman.

Cuaca buruk tidak menjadi alasan untuk mengabaikan nilai perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa.

Parulian Dalimunthe dalam amanatnya mengajak seluruh masyarakat mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.

"Kita hormati kemerdekaan dengan membangun Pasaman yang maju, sejahtera, dan berkarakter melalui kerja bersama," tegasnya.

Upacara ditutup dengan pembacaan doa dan penghormatan terakhir kepada Sang Saka Merah Putih yang basah.

Tetes hujan di lapangan menjadi saksi bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah padam di Kabupaten Pasaman.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....