Pemulihan Infrastruktur Nagari Sungai Landia Pasca Bencana
- 28 Agt 2026 16:12 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Buiittinggi. Masyarakat Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, mulai kembali menjalankan aktivitas perekonomian secara bertahap pascabencana alam yang melanda pada November 2025 dan Mei 2026. Pemerintah nagari bersama dinas terkait kini memfokuskan upaya pemulihan sarana transportasi, irigasi pertanian, serta penguatan sistem mitigasi di area permukiman rawan longsor.
Sektor pertanian dan akses transportasi darat menjadi prioritas utama penanganan fisik di Nagari Sungai Landia. Dari tiga belas titik saluran air yang rusak, delapan di antaranya berhasil difungsikan kembali secara swadaya melalui pemasangan jaringan pipa. Sementara itu, pengerjaan sarana jalan provinsi serta jembatan yang sempat terkendala proses pembebasan tanah ulayat dijadwalkan mulai dikerjakan oleh kontraktor pada akhir Agustus 2026.
"Alhamdulillah masyarakat sudah beraktivitas seperti semula. Dari Dinas Pertanian Kabupaten Agam irigasi sudah mulai diperbaiki. Jalan dan jembatan mungkin minggu ini dilaksanakan, kalau laporan dari kontraktornya di akhir bulan ini mulai perbaikan jalan provinsi yang lewat Sungai Landia."

Kendati pemulihan sarana fisik terus berjalan, ancaman tanah longsor saat curah hujan tinggi masih membayangi ratusan kepala keluarga di kawasan perbukitan. Guna mengantisipasi potensi bahaya di wilayah rawan seperti Jorong Ranah dan Jorong Kampuang Baru, pihak nagari telah menetapkan area evakuasi terpusat serta melengkapi Kelompok Siaga Bencana dengan sarana komunikasi radio portabel dan perangkat sinyal darurat yang dianggarkan melalui dana desa.
"Yang lebih dominan itu di Jorong Ranah dan Jorong Kampuang Baru. Kalau hujan turun masyarakat masih trauma. Untuk titik kumpul aman waktu kejadian kami kumpulkan di masjid jorong. Kami juga siapkan penerangan di tiap jorong dan alat komunikasi radio HT serta perangkat Starlink menggunakan dana desa."
Pemerintah Nagari Sungai Landia mengimbau seluruh warga untuk senantiasa menjaga kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan petugas lapangan apabila intensitas hujan meningkat di wilayah perbukitan Agam. (NAS)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....