Kesiapsiagaan Potensi Gempa Bumi di Sumatera Barat

  • 28 Agt 2026 14:55 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Padang Panjang mengimbau masyarakat Sumatera Barat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gempa bumi.

Langkah ini krusial mengingat wilayah Sumatera Barat pada pekan lalu, merasakan getaran gempa Simalungun bermagnitudo 6,4 serta gempa laut Nias Selatan bermagnitudo 6,1 yang mencapai skala getaran 3 MMI di Kota Padang, Padang Panjang, dan Bukittinggi.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Toni Agus Wijaya, menegaskan, letak geografis Sumatera Barat berhadapan langsung dengan kawasan rawan bencana.

"Secara umum di sekitar Sumatera Barat ini terdapat dua sumber gempa bumi utama. Yang pertama di laut, di sana ada daerah subduksi di pantai barat Sumatera Barat ini, ada pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia. Kemudian yang kedua ada sumber gempa di darat di sekitar Sesar Sumatera, yaitu di sekitar Bukit Barisan, ada Sesar Semangko di sana," ujarnya.

Menurut Toni Agus Wijaya, adanya dua pemantik guncangan utama tersebut menuntut kesadaran mandiri dari setiap warga. Upaya pengurangan risiko bencana tidak harus menunggu tindakan berskala besar, melainkan dapat dimulai dari penataan lingkungan tempat tinggal.

Toni Agus Wijaya, S.T., M.T. (Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang)

"Langkah-langkah mitigasi bisa dari hal yang kecil, misalnya kita lihat kembali di dalam rumah kita kalau ada benda-benda yang berat baiknya jangan diletakkan di atas lemari tetapi di bawah. Kemudian kita juga bersama-sama keluarga merencanakan jalur evakuasi, kalau ada getaran gempa kita harus berlindung dulu sampai getarannya selesai, bisa di bawah meja atau tempat yang aman, setelah getaran gempa berakhir kita bisa berkumpul di halaman atau tempat terbuka terdekat," jelasnya.

BMKG mengingatkan bahwa potensi bencana dapat diantisipasi dengan pengetahuan yang memadai dan latihan evakuasi secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu memperbarui informasi kebencanaan melalui saluran resmi BMKG dan pemerintah daerah setempat. (NAS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....