Tabur Benih di Ngarai Sianok, Investasi Mitigasi Bencana

  • 26 Agt 2026 14:39 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Upaya membangun ketangguhan masyarakat terhadap ancaman bencana diwujudkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, melalui kegiatan tabur benih buah di kawasan sempadan Ngarai Sianok, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang mengusung semangat “Mewujudkan Investasi dalam Pengurangan Risiko Bencana” tersebut digagas sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem hijau sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mitigasi bencana merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan lingkungan dan masyarakat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Candra, A.Md., Dt. Nagari Labiah. Turut hadir anggota DPRD Kota Bukittinggi Vina Kumala dan Dewi Anggraini, Camat Guguk Panjang Heru Astanawa, M.Pd., Tuanku Nan Sati, jajaran Polresta Bukittinggi, Lurah Bukit Cangang Kayu Ramang, pengurus LPM, RW dan RT, Pokdar Kamtibmas, serta unsur masyarakat.

Sekitar 420 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari jajaran pemerintahan kelurahan, kepolisian, Pokdar Kamtibmas, Bundo Kanduang, PKK, pengurus Masjid Nurul Yaqin, Gereja Clavert, dan masyarakat.

Kegiatan juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga pendidikan dan institusi, di antaranya SMPN 1 Bukittinggi, SMP dan SMA Xaverius, Yayasan Prayoga, SDN 12, RS Ibnu Sina, STIKES Yarsi, serta Hotel Nikita.

Pengurus LPM sekaligus inisiator kegiatan, Suharnel, mengatakan pemilihan kawasan sempadan Ngarai Sianok bukan tanpa alasan. Hampir 49 persen wilayah Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang berada di kawasan pinggir Ngarai Sianok, dengan potensi bahaya utama berupa gempa bumi, longsor, dan kebakaran.

“Kondisi permukiman yang cukup padat membuat tingkat kerentanan masyarakat juga tinggi. Karena itu, tabur benih buah yang dapat dikonsumsi masyarakat dan memiliki akar tunggang ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem hijau untuk mendukung mitigasi bencana,” ujar Suharnel.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kawasan lingkungan yang memiliki risiko bencana.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi Zulhamdi Nova Candra menilai kegiatan tabur benih buah tersebut merupakan sebuah langkah pionir di Kota Bukittinggi yang patut dilanjutkan secara berkesinambungan.

“Ini merupakan kegiatan pionir di Kota Bukittinggi. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dan mendapat dukungan bersama,” ujarnya.

Zulhamdi menegaskan, pengurangan risiko bencana tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan menghadapi bencana.

Ia juga mengingatkan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menempatkan penanggulangan bencana sebagai urusan bersama dan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur secara gotong royong.

“Bencana adalah urusan kita bersama. Penanggulangannya juga harus diselenggarakan secara bersama-sama dan gotong royong. Kepala daerah merupakan penanggung jawab penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerahnya,” tegasnya.

Kegiatan tabur benih di sempadan Ngarai Sianok tersebut diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan. Bukan sekadar menanam untuk hari ini, tetapi menyiapkan lingkungan yang lebih hijau, kuat, dan aman bagi generasi mendatang.

Dari Ngarai Sianok, pesan mitigasi pun ditegaskan: mengurangi risiko bencana bukan sekadar respons ketika bencana datang, tetapi investasi yang harus dimulai sejak sekarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....