Pilot Project Teh Sidingin Berbasis Komunitas Limo Kaum
- 25 Agt 2026 15:05 WIB
- Bukittinggi
Penulis :
Yetty Oktayanty, Arief Irvan, Hijratur Rahmi (Dosen Institut Seni Indonesia Padangpanjang)
RRi.CO.ID,Tanah Datar - Program ini tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga menghasilkan produk nyata berupa Teh Sidingin yang dilengkapi kemasan dan identitas visual bahwa kegiatan dilakukan didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Tahun 2026.


Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Komponen yang diperhitungkan meliputi bahan baku, bahan tambahan, energi, kemasan, label, tenaga kerja hingga kantung teh.

Pemahaman HPP dinilai penting agar masyarakat mampu menentukan harga jual secara tepat sekaligus memperkirakan potensi keuntungan dari produk yang dihasilkan.
Pemahaman Peserta Meningkat 40,3 Persen
Efektivitas pelatihan diukur melalui pre-test dan post-test yang diikuti 20 peserta.
Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pre-test peserta sebesar 56,5, kemudian meningkat menjadi 78,5 pada post-test.
Dengan demikian, terjadi peningkatan rata-rata sebesar 22 poin atau sekitar 40,3 persen.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi penyampaian materi dan praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengolahan serta pengembangan produk Teh Sidingin.
Menjadi Pilot Project Ekonomi Komunitas
Tim pengabdian berharap Teh Sidingin tidak berhenti sebagai hasil pelatihan, tetapi berkembang menjadi pilot project ekonomi berbasis potensi lokal dan komunitas.
Masyarakat ditempatkan sebagai pelaku utama dalam proses produksi, pengelolaan dan pengembangan produk.
Ke depan, pengembangan Teh Sidingin masih dapat diarahkan pada penyempurnaan standar produksi, penguatan desain kemasan, efisiensi biaya produksi, pengurusan legalitas, pemasaran digital hingga pengembangan varian produk.

Transformasi jahe merah menjadi Teh Sidingin membuktikan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit. Teknologi sederhana dan tepat guna, apabila disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjadi pintu masuk untuk menciptakan nilai tambah dari sumber daya lokal.
Dari Nagari Limo Kaum, jahe merah kini memiliki peluang untuk naik kelas menjadi produk herbal berciri khas Minangkabau sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat Tanah Datar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....