Kesiapsiagaan Sistem Darurat Kota Bukittinggi Melalui Layanan 112
- 22 Agt 2026 15:22 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Pemerintah Kota Bukittinggi resmi memusatkan operasional Panggilan Darurat 112 di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna mempercepat respons penanganan kejadian krisis secara terpadu. Langkah ini didukung pengalokasian Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk melengkapi sarana pertolongan di lapangan serta penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana demi memetakan wilayah rawan dan pemukiman warga yang berisiko.
Kepala BPBD Kota Bukittinggi, Zul Hendri, menegaskan bahwa kesiapsiagaan sistem darurat ini disiagakan penuh bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Layanan 112 ini bebas pulsa dan ter-connect ke beberapa SKPD seperti Damkar, Kepolisian, Dinas Kesehatan, hingga relawan. Petugas kita standby 24 jam nonstop. Ketika melapor, masyarakat cukup menyiapkan jenis kejadian, lokasi pasti, kondisi terkini, jumlah korban, serta nomor kontak pelapor agar penanganan cepat dilakukan."

Kehadiran saluran darurat terintegrasi ini dirasakan langsung manfaatnya oleh wilayah rawan bencana, salah satunya Kelurahan Kayu Kubu di Kecamatan Guguk Panjang. Kawasan pemukiman di bantaran Sungai Batang Sianok tersebut kerap terdampak luapan air dan material lumpur akibat tebing yang runtuh dari area hulu. Pihak kelurahan terus mengedukasi warga dan menyiagakan evakuasi bagi kelompok rentan, sembari mendorong pengerukan alur sungai oleh dinas terkait.
Lurah Kayu Kubu, Yenita Selvia, menyampaikan pentingnya koordinasi cepat dan penanganan infrastruktur sungai di wilayahnya.
"Kami di kelurahan sangat terbantu dengan adanya layanan 112 ini karena wilayah kami berada di daerah bencana. Sosialisasi sudah kami sampaikan ke KBLK, Pokdarwis, dan kelompok masyarakat. Selain kesiapsiagaan warga, harapan kami minimal ada pengerukan sungai secara rutin oleh pihak provinsi agar luapan air sungai Batang Sianok bisa teratasi."
Melalui penguatan integrasi panggilan darurat 112 dan langkah mitigasi struktural di tingkat kelurahan, Pemkot Bukittinggi berharap risiko dampak bencana alam maupun kondisi gawat darurat lainnya dapat diminimalisasi secara maksimal. (NAS)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....