HUT ke-81 RI, Ketua Bawaslu Padang Panjang: Jaga Kualitas Demokrasi
- 17 Agt 2026 10:05 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Padang Panjang - Bawaslu Kota Padang Panjang menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Senin 17 Agustus 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di halaman Kantor Bawaslu Kota Padang Panjang.
Bertindak selaku Pembina Upacara, Ketua Bawaslu Kota Padang Panjang Hidayatul Fajri, S.IP. Kegiatan upacara diikuti secara tertib oleh Anggota Bawaslu Kota Padang Panjang Winda Aprizona, S.Pd, Koordinator Sekretariat Novlinda, serta seluruh jajaran staf teknis dan pelaksana kesekretariatan.
Dalam amanatnya, Hidayatul Fajri menyampaikan pesan kebangsaan mendalam terkait hakikat kemerdekaan dan peran manusia sebagai makhluk sosial.
"Dengan semangat kemerdekaan ini, saya mengajak kita semua untuk memahami kembali bahwa kemerdekaan sejatinya hanyalah sebuah jembatan emas. Di seberang jembatan itulah nantinya terwujud masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Untuk memperkokoh jembatan kemerdekaan tersebut, marilah kita kembali pada kodrat manusia sebagai makhluk sosial," tegas Fajri.
Mengutip pemikiran Proklamator RI Mohammad Hatta, Fajri mengingatkan pentingnya relasi sosial dan aturan hidup bersama.
"Bung Hatta pernah berkata, 'Bila manusia hidup seorang diri, ia akan mati karena rindu.' Manusia tidak bisa hidup seorang diri; kita hanya berarti, bermakna, dan ada dalam relasi dengan sesama melalui aturan dan tata hidup demi kemajuan bersama," ungkapnya.
Lebih lanjut, Fajri menggarisbawahi bahwa tantangan bangsa saat ini telah bergeser dari perjuangan fisik menjadi tantangan menjaga kualitas demokrasi di era modern.
"Hari ini tantangan bangsa tidak lagi berhadapan dengan penjajahan bersenjata, tetapi menghadapi tantangan yang tidak kalah berat: polarisasi masyarakat, maraknya disinformasi, politik uang, penurunan kepercayaan publik terhadap institusi negara, serta kompleksitas dinamika demokrasi di era digital. Karena itu, mempertahankan kemerdekaan hari ini berarti menjaga kualitas demokrasi," jelasnya.
Di akhir amanatnya, Hidayatul Fajri menegaskan tolok ukur keberhasilan demokrasi tidak sekadar seremonial prosedural semata.
"Demokrasi tidak cukup hanya diukur dari seberapa sering kita menyelenggarakan pemilu. Demokrasi harus diukur dari sejauh mana pemilu mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas, menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, serta memperkuat persatuan bangsa," tegasnya.
Rangkaian upacara pengibaran bendera Merah Putih berlangsung lancar dan ditutup dengan doa bersama serta foto bersama seluruh jajaran pengawas pemilu Kota Padang Panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....