Launching Deklarasi Anti-Bullying: Madrasah Ramah dan Kondusif Tanpa Perundungan
- 10 Agt 2026 19:36 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Dalam rangka menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, nyaman dan kondusif, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bukittinggi melaunching Deklarasi Anti-Bullying Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Aldy Heko Putra, Kepala MAN 2 Bukittinggi, Amri. J, beserta jajaran, Ketua Komite, M. Syukur, serta diikuti para guru, tenaga kependidikan dan siswa-siswi MAN 2 Bukittinggi.

Dalam arahannya, H. Irwan menegaskan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan hak yang sama untuk mendapatkan perlakuan yang baik, rasa aman, penghormatan serta kesempatan untuk berkembang.


“Semua orang dilahirkan dengan hak yang sama. Kita ini ibarat satu tubuh atau satu bangunan. Ketika satu bagian merasakan sakit, bagian yang lain juga ikut merasakannya,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa tidak boleh ada tindakan perundungan atau bullying di lingkungan madrasah. Menurutnya, madrasah bukan hanya tempat untuk membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga menjadi ruang penting dalam membentuk karakter, akhlak, kepedulian dan sikap saling menghargai.
Untuk itu, H. Irwan mengajak seluruh warga madrasah membangun kasih sayang melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Pertama, dengan menumbuhkan rasa empati.
“Kalau kita merasa sedih dan sakit karena sikap atau perlakuan yang tidak menyenangkan, maka orang lain juga akan merasakan hal yang sama. Karena itu, jangan melakukan sesuatu kepada orang lain yang kita sendiri tidak ingin diperlakukan seperti itu,” tegasnya.
Sikap kedua ungkap Kakan Kemenag adalah kasih sayang, yang harus dibangun melalui perkataan. Ia mengingatkan seluruh warga madrasah agar senantiasa menjaga ucapan dan membiasakan diri menggunakan kata-kata yang lembut, santun dan membangun.
“Bangunlah kata-kata yang lembut dan indah. Madrasah bukan hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun karakter. Jangan pernah merendahkan orang lain. Percuma otak pintar, tetapi mulutnya sering melukai perasaan,” tegasnya.
Sementara itu, sikap ketiga dalam membangun kasih sayang adalah memiliki hati yang mulia. H. Irwan mengingatkan bahwa setiap manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itu, perbedaan tersebut semestinya menjadi alasan untuk saling melengkapi, bukan untuk saling merendahkan.
“Allah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan. Tugas kita adalah saling melengkapi kekurangan, bukan merendahkan sahabat atau teman,” katanya.
Ia berharap deklarasi anti-bullying yang dilaunching tersebut tidak berhenti sebagai sebuah seremonial, tetapi benar-benar menjadi komitmen bersama seluruh warga MAN 2 Bukittinggi untuk menciptakan budaya madrasah yang penuh kasih sayang, saling menghormati, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Sebagai tanda dimulainya gerakan tersebut, Kakan Kemenag Kota Bukittinggi bersama Kasi Pendidikan Madrasah, Kepala MAN 2 Bukittinggi, Kaur TU, Wakil Kepala Madrasah, Ketua Kelas, serta perwakilan siswa-siswi MAN 2 Bukittinggi secara bersama-sama melepas balon ke udara.
Pelepasan balon tersebut menjadi simbol dimulainya Deklarasi Anti-Bullying MAN 2 Bukittinggi, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh warga madrasah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak dan berkarakter. (Andreas)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....