Pokir Arnis Malin Palimo Dorong Wirausaha Kuliner

  • 03 Agt 2026 09:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Ditengah kondisi ekonomi yang menuntut masyarakat semakin kreatif membaca peluang, keterampilan memasak tidak lagi sekadar urusan dapur. Di tangan yang tepat, kemampuan mengolah makanan dapat berubah menjadi modal usaha, sumber penghasilan keluarga, bahkan jalan menuju kemandirian ekonomi.

Semangat itulah yang dibangun melalui Pelatihan Kuliner yang digelar Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi melalui Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Bukittinggi H. Arnis Malin Palimo, S.Pd berlangsimg 3 hingga 6 Agustus 2026 di Hotel Nikita

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Nikita Bukittinggi tersebut diikuti 20 peserta dari berbagai wilayah di Kota Bukittinggi. Pelatihan dibuka Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi, Mira Rosy Yanti, S.KM., M.M., didampingi Kabid Tenaga Kerja Ratna, ST.

Tidak sekadar memberikan teori, peserta juga dibekali praktik langsung mengolah berbagai menu kuliner bersama Tim Srikandi. Dari proses menyiapkan bahan, teknik pengolahan hingga menghasilkan makanan yang menarik dan memiliki nilai jual, peserta diajak memahami bahwa dapur bisa menjadi awal lahirnya sebuah usaha.

Anggota DPRD Kota Bukittinggi H. Arnks Malin Palimo, S.Pd mengatakan, pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program Pokir.

“Kita bersyukur di Bukittinggi ada Pokir yang diselenggarakan hari ini. Walaupun kita dihadapkan pada efisiensi, dari Rp1 miliar menjadi Rp500 juta, kita tetap berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Arnis, nilai terpenting dari pelatihan bukan sekadar apa yang dibawa peserta pulang setelah kegiatan berakhir. Jauh lebih penting adalah ilmu, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan.

“Kita berharap dari pelatihan ini, selain membawa oleh-oleh sepulangnya, yang lebih penting adalah ilmunya. Kami berterima kasih kepada Dinas yang telah memfasilitasi. Semoga menjadi amal jariyah, karena salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat dan bisa ditransfer kepada orang lain,” katanya.

Ia berharap peserta mampu menangkap peluang usaha di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah. Keterampilan kuliner, menurutnya, dapat menjadi bekal untuk membuka usaha secara mandiri maupun mengembangkan usaha yang telah dimiliki.

“Bagaimana kita bisa menangkap peluang dengan kondisi ekonomi yang sulit saat ini. Ilmu yang diperoleh jangan berhenti di sini, tetapi bisa dikembangkan dan ditularkan kepada yang lain,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi, Mira Rosy Yanti,S.KM.M.M menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya dalam memfasilitasi kegiatan tersebut.

Ia menyebutkan, sebagian besar kegiatan di lingkungan Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi berasal dari program dinas. Karena itu, adanya dukungan melalui Pokir menjadi tambahan energi untuk memperluas manfaat pelatihan kepada masyarakat.

“Sekitar 75 persen kegiatan Dinas berasal dari program Dinas. Dengan adanya kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada kami, tentu kami sangat berterima kasih,” ujarnya.

Mira menilai bidang kuliner merupakan salah satu sektor yang terus berkembang dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha.

“Kuliner ini sangat booming. Kalau kita suka makan, tentunya harus hobi memasak. Kita perlu menguasai berbagai trik agar makanan lebih enak, gurih dan menarik,” katanya.

Menurutnya, kemampuan memasak saja belum cukup. Pelaku usaha kuliner juga perlu memahami bagaimana menciptakan produk yang menarik, memiliki cita rasa, serta mampu memenuhi selera konsumen.

Karena itu, pelatihan dirancang tidak hanya dalam bentuk pembelajaran teori, tetapi juga praktik langsung. Kehadiran Tim Srikandi turut memberikan pengalaman kepada peserta dalam mengolah makanan secara langsung.

Bagi 20 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, pelatihan diharapkan bukan menjadi akhir dari sebuah kegiatan, melainkan awal dari perjalanan baru.

Sebab, dari sebuah resep sederhana bisa lahir produk bernilai jual. Dari dapur rumah bisa tumbuh usaha kecil. Dan dari keterampilan yang terus diasah, masyarakat dapat membangun kemandirian ekonomi.

Di tengah tantangan ekonomi, peluang terkadang memang tidak datang dalam bentuk besar. Ia bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana—dari keterampilan memasak, keberanian mencoba, dan kemauan mengubah ilmu menjadi usaha.

Dari dapur Bukittinggi, semangat wirausaha mandiri pun mulai dinyalakan. (JM/RRi BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....