H. Eri Iswandi; Pengelolaan Dana BOS Harus Transparansi, Akuntabel Dan Efisiensi

  • 28 Jul 2026 07:30 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Sarilamak - Dana Operasional Sekolah (BOS) Madrasah merupakan program pemerintah melalui Kementerian Agama untuk membantu pembiayaan operasional personalia dan nonpersonalia madrasah (RA, MI, MTs, dan MA/MAK) dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di satuan madrasah. Hal tersebut ditegaskan H.Eri Iswandi Kakan Kemenag Lima Puluh Kota (28/07) saat melakukan monitoring pengunaan dana Bos di lingkungan madrasah Lima Puluh Kota.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan monitoring hari ini (red) merupakan bagian dari upaya memastikan pengunaan dana BOS di madrasah sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan.

“Saya minta kepada seluruh satuan pendidikan madrasah untuk konsisten dan komitmen mengelola dana BOS dengan prinsip transparansi, akuntabel dan efisiensi mulai dari tahap perencaan, pelaksanaan dan pelaporan. Pastikan setiap rupiah yang berasal dari dana BOS dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya dengan baik, tepat saran, tepat anggaran serta taat pelaporan serta berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah.”jelas Kakan Kemenag memberikan early warning bagi jajarannya.

Kakan Kemenag selanjutnya mengingatkan prinsip transparansi, akuntabilitas dan efisiensi dalam pengelolaan dana BOS menjadi kunci penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan, khususnya madrasah.

“Kita sedang menikmati era keterbukaan informasi publik yang begitu luas, masyarakat memiliki hak akses yang luas terhadap setiap kebijakan pengelolaan keuangan Negara, oleh sebab itu ruang publik harus dijadikan sarana informatif dan edukasi pengelolaan dana BOS yang dilakukan madrasah. Prinsip transparansi mengharuskan madrasah untuk mengumumkan secara terbuka kepada publik rencana dan pengunaan dana BOS.”Tegas jebolan magister UIN Imam Bonjol ini.

Di sisi lain Kakan Kemenag Lima Puluh Kota menyampaikan apresiasi serta rasa bangga atas lompatan prestasi madrasah Lima Puluh Kota dalam satu dekade terakhir.

“Saya bangga madrasah Lima Puluh Kota terus mengukir berbagai lompatan prestasi baik di level regional dan Nasional. Hamparan prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras dan kerja sama seluruh stakeholder yang ada. Dua tahun kedepan saya berharap madrasah Lima Puluh kota dapat mengukir tinta emas di pentas Internasional. Saya optimis mimpi tersebut dapat diwujudkan dengan memaksimalkan seluruh SDM yang ada di madrasah.”Simpul Kakan Kemenag penggiat sejarah ini.

Terpisah H.Rizki Eka Putra Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lima Puluh Kota di hadapan awak media menjelaskan, kegiatan monitoring merupakan bagaian dari pembinaan dan pemdampingan terhadap satuan pendidikan madrasah.

“Saat ini secara berjenjang Kementerian Agama telah mengembangkan sisstem pengawasan BOS berbasis aplikasi terpadu EDM (Evaluasi Diri Madrasah) dan e-RKAM (Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah Berbasis Elektronik).

Kedua aplikasi ini dikembangkan oleh Kementerian Agama agar pengelolaan dana BOS lebih transparan, akuntabel, dan mudah dipantau secara online dan berjenjang.” Simpul kandidat Doktor ini. (APP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....