Pemko Padang Panjang Gelar GPM Rutin untuk Tekan Inflasi Daerah
- 28 Jul 2026 13:43 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Padang Panjang - Pemerintah Kota Padang Panjang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di area parkir Masjid Muhammadiyah, Selasa 28 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi. Berbagai komoditas pangan dijual dengan harga di bawah pasaran.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang Varia Warvis mengatakan, GPM merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.
"Antusiasme masyarakat selalu tinggi. Bahkan sebelum pukul 11.00 WIB, sebagian besar komoditas biasanya sudah habis terjual. Kami berupaya agar GPM ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas," ujar Varia,.
Melalui GPM, masyarakat dapat membeli aneka sayur hasil panen tiga Kelompok Wanita Tani binaan Dispangtan. Komoditas yang dijual antara lain cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, terong, buncis, bawang prei, seledri, selada, wortel, dan kol.
Balai Benih Ikan juga menyediakan ikan nila hasil budidaya. Sementara Perum Bulog menghadirkan mobil pangan yang menjual beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.
Varia menjelaskan, seluruh komoditas dijual lebih murah sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli. Beberapa harga yang ditawarkan di antaranya cabai merah Rp35.000/kg, bawang merah kampung Rp22.000/kg, bawang merah impor Rp13.000/kg, bawang putih Rp12.000 per setengah kilogram, kentang Rp12.000/kg, dan ikan nila Rp16.000 per setengah kilogram.
Salah seorang warga, Ros mengaku terbantu dengan pelaksanaan GPM. Menurutnya harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding di pasaran.
"Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin karena sangat membantu masyarakat, terutama saat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan," kata Ros.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....