Kemenag Tanah Datar Gelar Bimtek EMIS GTK New 2026 untuk Operator
- 28 Jul 2026 00:19 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Batusangkar - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanah Datar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan aplikasi EMIS GTK. Kegiatan ini menyasar puluhan operator madrasah se-Tanah Datar.
Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar H. Hendri Pani Dias di Aula Kantor, Senin 27 Juli 2026. Hadir sebagai narasumber, Ketua Tim GTK Madrasah Kanwil Kemenag Sumatera Barat beserta tim teknis.
Dalam sambutannya, H. Hendri Pani Dias menyebut Bimtek penting agar operator memiliki pemahaman seragam.
| Baca juga: Kemenhaj Hadiri Pisah Sambut Kepala Kemenag |
"Bimtek ini penting agar memiliki pemahaman seragam, menguasai fitur sinkronisasi sistem baru, serta mencegah kesalahan input yang menghambat integrasi data guru," ujarnya.
Ia menambahkan, kesalahan input dapat berdampak pada hak guru. Seperti keterlambatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan pengembangan karir.
Sistem pemutakhiran data pada EMIS GTK New 2026 tidak hanya memuat riwayat personal guru. Sistem ini juga merinci beban kerja, mata pelajaran yang diampu, jumlah jam tatap muka, hingga penugasan tambahan.
"Kemenag mau satu data, dari sumber yang sama dan riil, dan tidak ada duplikasi," tambah H. Hendri Pani Dias.
Validitas data yang akurat diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Integrasi sistem ini juga diperlukan untuk menyesuaikan dinamika regulasi terbaru terkait struktur kurikulum dan aturan linearitas.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Tanah Datar Bahrul Fahmi menjelaskan, seluruh data yang sebelumnya dikelola melalui aplikasi Simpatika kini wajib diselaraskan ke platform EMIS GTK New 2026.
Selama Bimtek, peserta dibekali panduan teknis melalui praktik langsung menggunakan laptop masing-masing di bawah bimbingan tim GTK Madrasah.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Tanah Datar optimis kualitas pengelolaan data pendidikan madrasah semakin akurat, transparan, dan akuntabel. Transformasi digital ini diharapkan mengantar madrasah menuju pelayanan birokrasi yang lebih prima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....