KUA Guguak Panjang Tegaskan Tim Dibentuk Bukan Saingi Kongsi Kematian
- 28 Jul 2026 08:00 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi – Sebuah langkah baru dalam memperkuat pelayanan keagamaan berbasis masyarakat mulai digagas oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi.


Melalui Rapat Pembentukan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah yang digelar di Aula Kantor Camat Guguak Panjang Selasa (28/7/2026) pagi

KUA menegaskan bahwa pembentukan Tim Penyelenggara Jenazah di setiap kelurahan sama sekali bukan untuk menyaingi atau menggantikan peran kongsi kematian yang telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Program tersebut justru dihadirkan sebagai bentuk penguatan pelayanan keagamaan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta memastikan penyelenggaraan jenazah dilakukan sesuai tuntunan syariat Islam dengan dukungan administrasi yang lebih tertata.
Rapat tersebut dihadiri Camat Guguak Panjang H. Heru Triastanawa., S.Pd.I.M.Pd Tuanku Nan Sati, Kepala KUA Guguak Panjang Yuridarsan, para lurah se-Kecamatan Guguak Panjang, serta jajaran penyuluh agama Islam.
Kepala KUA Guguak Panjang, Yuridarsan, menegaskan bahwa pembentukan tim yang akan diperkuat melalui Surat Keputusan (SK) merupakan bagian dari program baru Kementerian Agama Kota Bukittinggi dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan tim bukan untuk menghapus tradisi yang telah berjalan selama ini, melainkan memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, penyuluh agama, dan kelompok sosial yang selama ini telah mengabdikan diri dalam pelayanan kematian.
"Kami tegaskan, pembentukan Tim Penyelenggara Jenazah ini bukan untuk menyaingi kongsi kematian yang sudah ada. Justru kami ingin memperkuat pelayanan kepada masyarakat dengan pembinaan, pelatihan, dan administrasi yang lebih baik," ujar Yuridarsan.
Ia menjelaskan bahwa seluruh anggota tim nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan sehingga memiliki legalitas dalam menjalankan tugas sosial kemasyarakatan.
Namun demikian, Yuridarsan mengingatkan bahwa pengabdian tersebut tidak boleh semata-mata diukur dari sisi materi.
"Semua yang telah di-SK-kan dalam Tim Penyelenggara Jenazah ini tidak semuanya dinilai dengan uang. Yang paling penting adalah bagaimana kita berbuat baik sebagai bekal menuju akhirat. Ini adalah ladang amal dan bentuk ibadah kepada Allah SWT," tuturnya.
Ia berharap seluruh lurah dapat memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut sehingga mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat di masing-masing kelurahan.
Menurutnya, ketika masyarakat memiliki sumber daya yang memahami tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai syariat, maka pelayanan akan semakin cepat, tertib, dan memberikan ketenangan bagi keluarga yang sedang berduka.
Sementara itu, Camat Guguak Panjang H. Heru Triastanawa.,S.Pd.I.M.Pd Tuanku Nan Sati menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif KUA Kecamatan Guguak Panjang yang dinilai sangat strategis dalam memperkuat pembinaan keagamaan di tingkat kelurahan.
Ia mengaku pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan jajaran penyuluh agama.
"Tadi kita sudah sama-sama mendengarkan penjelasan dari Kepala KUA mengenai pembentukan Kelompok Penyelenggara Jenazah. Kami dari Kecamatan sangat mengapresiasi program ini karena manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat," katanya.

Heru juga menilai selama ini masih banyak masyarakat, bahkan perangkat pemerintahan di tingkat kelurahan, yang belum mengenal secara dekat para penyuluh agama yang bertugas di wilayahnya.
Karena itu, ia berharap kegiatan seperti ini menjadi awal terbangunnya komunikasi yang lebih intensif antara penyuluh agama dengan pemerintah kelurahan maupun masyarakat.
"Momentum ini jangan hanya berhenti pada rapat hari ini saja. Kami berharap penyuluh agama semakin aktif hadir di tengah masyarakat sehingga masyarakat benar-benar mengenal penyuluh agamanya," ujarnya.
Lebih jauh, Camat berharap para penyuluh agama mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membina kehidupan keagamaan sekaligus membangun harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Ia juga berharap keberadaan penyuluh agama semakin membaur dengan seluruh unsur masyarakat, termasuk para tokoh adat Datuak Nan Barampek, sehingga nilai-nilai adat dan syariat dapat terus berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.
Program pembentukan Tim Penyelenggara Jenazah ini merupakan bagian dari program prioritas Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi dalam memperkuat pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Melalui pelatihan yang akan diberikan, para peserta diharapkan memiliki kompetensi dalam memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga mengurus proses pemakaman sesuai tuntunan agama.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, program ini diharapkan melahirkan kader-kader pelayan umat yang bekerja dengan penuh keikhlasan, kepedulian, dan semangat gotong royong.
Sebab, di balik setiap prosesi penyelenggaraan jenazah, tersimpan nilai kemanusiaan yang luhur—bahwa menghormati seseorang hingga akhir hayatnya merupakan bentuk ibadah sekaligus cerminan kepedulian sosial yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (JM/RRi BKT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....