KUA Miniatur Layanan Kementerian Agama Yang Profesional

  • 27 Jul 2026 15:19 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Kab 50 Kota - Transformasi layanan KUA yang lebih modern dan terintegrasi secara digital mencerminkan komitmen Kementerian Agama untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Hal tersebut ditegaskan H.Eri Iswandi Kakan Kemenag Lima Puluh Kota (27/07) saat meninjau langsung layanan KUA Kecamatan Suliki. Kehadiran Kakan Kemenag didampingi oleh Plt Kasubbag TU dan Kasi Pendidikan Madrasah disambut antusias Kepala KUA Kecamatan Suliki beserta jajaran.

Lebih lanjut Kakan Kemenag mewanti-want seluruh aparatur KUA untuk terus bertransformasi melahirkan inovasi layanan, agar eksistensi KUA dapat dirasakan oleh masyarakat.

“KUA sebagai unit layanan Kementerian Agama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat harus mampu menghadirkan citra layanan yang baik bagi masyarakat. KUA merupakan miniatur layanan Kementerian Agama oleh sebab itu kualitas layanan publik yang ada di KUA akan menjadi cermin layanan Kementerian Agama secara umum.”Jelas H.Eri.

Di sisi lain Kakan Kemenag menjelaskan, Kementerian Agama telah menetapkan tiga pilar penting dalam peningkatan layanan KUA.

“Pertama program transformasi KUA, mengubah KUA dari sekadar tempat pencatatan nikah menjadi pusat layanan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi umat yang edukatif. Kedua program peningkatan infrastruktur Kementerian Agama telah membangun sebanyak 1.758 gedung KUA melalui pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) demi kenyamanan publik. Ketiga digitalisasi dan respon cepat dengan menghadirkan layanan aduan online serta optimalisasi media sosial agar KUA lebih aktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.”Tegas alumni UIN Imam Bonjol ini.

Selanjutnya Kakan Kemenag mengingatkan jajaranya bahwa ada empat aspek utama yang menjadi indikator keberhasilan Kementerian Agama dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Aspek pertama keberhasilan Kementerian Agama akan terlihat pada kedekan umat pada agama, dimana masyarakat semakin dekat dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari. Aspek kedua moderasi beragama tergambar dengan tingginya komitmen kebangsaan, sikap toleransi, antikekerasan, serta penghargaan terhadap tradisi lokal. Aspek ketiga terlihat dari Kinerja Anggaran (IKPA), dengan indikator tercapainya efisiensi dan kepatuhan pengelolaan keuangan negara, seperti perolehan skor Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran yang tinggi. Keempat aspek Kesalehan Sosial yaitu Meningkatnya pemahaman keagamaan yang moderat dan iklim kerukunan antarumat beragama yang harmonis.”terang Kakan Kemenag.

“Keempat aspek ini menempakan KUA sebagai lokomotif utama dalam membumikan keberhasilan Kementerian Agama. Oleh sebab itu saya minta seluruh jajaran KUA untuk istiqomah berjuang memberikan layanan terbaik bagi umat dan bangsa.”Simpul jebolan magister UIN Imam Bonjol ini. (APP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....