Gerusan Dasar Sungai Akibat Penyempitan Alur Ancam KekuatanI BORPILE
- 20 Jul 2026 16:23 WIB
- Bukittinggi
Oleh: DR. Ir. Zahrul Umar, Dipl. HE
Penyempitan alur sungai tanpa mempertimbangkan kaidah hidraulika dapat menimbulkan dampak serius terhadap stabilitas bangunan di sepanjang sungai, termasuk pondasi borpile. Hal tersebut disampaikan oleh pakar hidraulika DR. Ir. Zahrul Umar, Dipl. HE, yang menjelaskan bahwa perubahan dimensi sungai akan memengaruhi kecepatan aliran air secara signifikan.

Menurutnya, dalam ilmu hidraulika dikenal persamaan Q = A × V, di mana Q adalah debit aliran, A merupakan luas penampang sungai, dan V adalah kecepatan aliran.
"Jika debit air (Q) tetap besar, sementara luas penampang sungai (A) dipersempit, maka kecepatan aliran (V) akan meningkat. Kecepatan yang tinggi inilah yang memicu gerusan atau scouring pada dasar sungai," ujar DR. Ir. Zahrul Umar.
Ia menjelaskan, gerusan dasar sungai merupakan salah satu penyebab utama berkurangnya daya dukung pondasi jembatan maupun bangunan pengaman sungai. Ketika material tanah di sekitar pondasi terkikis, pondasi akan kehilangan penyangga alami sehingga berpotensi mengalami penurunan, bergeser, bahkan runtuh.
"Sebesar apa pun dan sekuat apa pun borpile yang dibangun, apabila dasar sungai terus mengalami gerusan hingga melewati kedalaman pondasi, maka borpile tetap berisiko roboh karena kehilangan dukungan tanah," tegasnya.
| Baca juga: MTsN 7 Tanah Datar Resmi Tempati Gedung Baru |
Karena itu, ia mengingatkan agar setiap proyek normalisasi, pelebaran, atau penyempitan sungai didasarkan pada hasil kajian hidrologi dan hidraulika yang komprehensif. Pembangunan infrastruktur sungai tidak cukup hanya berorientasi pada kelancaran aliran air, tetapi juga harus memperhitungkan perubahan kecepatan aliran dan potensi gerusan.
Selain itu, perlindungan dasar sungai melalui pemasangan batu pelindung (riprap), lantai lindung (revetment), atau teknologi pengendali gerusan lainnya perlu disiapkan pada lokasi-lokasi yang memiliki kecepatan aliran tinggi.
Menurut DR. Ir. Zahrul Umar, banyak kerusakan jembatan maupun bangunan sungai di berbagai daerah bukan semata-mata disebabkan oleh besarnya banjir, melainkan akibat gerusan dasar sungai yang tidak diantisipasi sejak tahap perencanaan.
Ia berharap para perencana, pelaksana proyek, dan pemerintah daerah menjadikan aspek hidraulika sebagai dasar utama dalam pembangunan infrastruktur sungai agar investasi yang dilakukan tidak berakhir dengan kerusakan yang dapat membahayakan masyarakat.
"Memahami hubungan antara debit, luas penampang, dan kecepatan aliran merupakan kunci dalam merancang sungai yang aman. Mengabaikan prinsip hidraulika sama saja membuka peluang terjadinya kerusakan pada pondasi dan infrastruktur di masa mendatang," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....