MTsN Padang Panjang Gelar Pembinaan GTK, Kabid Penmad Tekankan 4 Hal Penting
- 16 Jul 2026 01:23 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Padang Panjang - Memasuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027, MTsN Kota Padang Panjang menggelar pembinaan bagi seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan. Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumatera Barat, Tan Gusli, Rabu 15 Juli 2026.
Pembinaan berlangsung di ruang guru MTsN Kota Padang Panjang. Turut hadir mendampingi Kepala Kantor Kemenag Kota Padang Panjang, Mukhlis M.
Dalam sambutannya, Mukhlis M menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag Sumbar atas dukungan yang terus diberikan kepada pendidikan madrasah di Kota Padang Panjang.
Ia juga melaporkan tingginya animo masyarakat terhadap MTsN Kota Padang Panjang. "MTsN Kota Padang Panjang merupakan salah satu madrasah favorit. Buktinya, lebih dari seribu murid mendaftar tahun ini, namun yang diterima hanya 384 orang," ujarnya.
Mukhlis menegaskan komitmennya untuk terus mendukung seluruh program madrasah agar berjalan optimal.
Pada kesempatan itu, Tan Gusli menyampaikan empat penekanan penting bagi seluruh GTK madrasah.
Pertama, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta atau KBC. Program prioritas Kemenag RI ini diharapkan dapat dijalankan dengan baik dan sesuai prosedur di MTsN Kota Padang Panjang.
Kedua, menjadikan madrasah sebagai ruang yang aman dan nyaman. "Madrasah harus mampu menjadi lingkungan belajar yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga melindungi hak anak," tegasnya.
Ketiga, transformasi budaya kerja berbasis digitalisasi. Tan Gusli mendorong GTK memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. "Era digital terus berkembang. Manfaatkan kemajuan teknologi, namun tetap berpedoman pada penggunaan yang positif," ujarnya.
Keempat, mencegah segala bentuk perundungan, kekerasan, dan perpeloncoan. "Lingkungan madrasah harus bebas dari tindakan yang dapat merusak mental dan masa depan anak," katanya.
Menutup pembinaan, Tan Gusli berpesan agar guru menjadi teladan bagi peserta didik. "Sebagus apapun ilmu yang dimiliki, tidak akan menjadi contoh yang baik jika tidak memiliki adab. Adab lebih tinggi daripada ilmu. Karena itu implementasikan keduanya, junjung tinggi adab dan perkaya ilmu pengetahuan," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....