5 Penghulu Dilewakan, Martabat Adat Minangkabau Kian Kokoh
- 13 Jul 2026 00:21 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Agam - Suasana haru, khidmat, dan penuh kebanggaan menyelimuti Bansa Pakan Sinayan, Nagari Kamang Tanah Anam Suku, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Minggu (12/7/2026).
Di tempat yang menjadi saksi perjalanan sejarah adat Minangkabau itu, lima putra terbaik kaum resmi dilewakan dalam prosesi Batagak Pangulu Pisang, sebuah momentum sakral yang menandai lahirnya pemimpin adat baru.
Ribuan pasang mata menyaksikan prosesi yang berlangsung khidmat. Alunan musik tradisional, petatah-petitih ninik mamak, hingga doa yang dipanjatkan menambah kekhusyukan suasana. Bagi masyarakat Minangkabau, Batagak Pangulu bukan sekadar seremoni adat, melainkan tonggak estafet kepemimpinan yang mengikat nilai, martabat, dan tanggung jawab kepada anak kemenakan.
Lima tokoh yang resmi menyandang gelar penghulu tersebut adalah Syafruddin Datuak Indo Nan Panjang, Muhammad Syukri Datuak Indo Alam, Sukhiardi Datuak Rajo Menjo, Muhammad Alwi Maarif Datuak Mangkuduk, dan Fahul Erizal Datuak Rajo Batuak.

Penyematan gelar adat kepada kelima penghulu menjadi simbol kepercayaan kaum untuk memikul amanah yang tidak ringan. Seorang penghulu bukan hanya pemimpin dalam kaum, tetapi juga penuntun dalam menjaga persatuan, menyelesaikan persoalan adat, serta menjadi teladan bagi generasi muda.
Prosesi Batagak Pangulu Pisang berlangsung dengan mengikuti seluruh tahapan adat yang diwariskan turun-temurun. Setiap rangkaian prosesi mengandung makna mendalam tentang pentingnya musyawarah, kebersamaan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.
Tangis haru tampak menghiasi wajah keluarga, anak kemenakan, dan para ninik mamak yang hadir. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa gelar adat bukanlah sebuah kebanggaan semata, melainkan amanah besar yang harus dijaga sepanjang hayat.
Batagak Pangulu juga menjadi bukti bahwa adat Minangkabau tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. Nilai-nilai "adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah" terus diwariskan melalui regenerasi kepemimpinan adat yang berlangsung secara arif dan bermartabat.
Dengan dilewakannya lima penghulu baru ini, masyarakat Nagari Kamang Tanah Anam Suku berharap kepemimpinan adat semakin kuat dalam menjaga persatuan kaum, melestarikan budaya, serta menjadi benteng moral bagi generasi penerus agar tetap berpegang teguh pada adat dan jati diri Minangkabau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....