Akses Jalan Bukittinggi Agam via Sungai Landia Kembali Longsor Senin Pagi
- 23 Jun 2026 00:49 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Agam - Ruas jalan utama yang menghubungkan Bukittinggi dengan Lubuk Basung dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan akibat gangguan pada badan jalan di kawasan Bawah Simancia, Jorong Kampung Baruay, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Camat IV Koto, Subchan, dikutip dari Kominfo Agam, Senin pagi 22 Juni 2026.
Tanah longsor menutup akses jalan Simanciah, Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin pagi.
Material longsor setinggi sekitar 2,5 meter dan sepanjang 15 meter membuat jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.45 WIB setelah kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Informasi kejadian kemudian diterima pemerintah daerah dari Pemerintah Nagari Sungai Landia pada pukul 09.00 WIB.
Akibat longsor tersebut, ruas jalan provinsi yang menghubungkan Bukittinggi-Lubuk Basung sempat tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.
Material tanah dan bebatuan yang menimbun badan jalan menyebabkan arus lalu lintas terhenti sementara, sehingga mobilitas warga dan aktivitas perekonomian masyarakat terganggu hingga proses pembersihan selesai dilakukan.
Pemerintah Kabupaten Agam melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari setempat.
Tim juga melakukan asesmen serta pendataan di lokasi kejadian, sekaligus berkoordinasi dengan Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat melalui UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah III untuk percepatan penanganan.
Berkat penanganan cepat yang dilakukan bersama, proses pembersihan material longsor menggunakan alat berat berhasil diselesaikan. Akses jalan yang sempat tertutup akhirnya kembali dapat dilalui kendaraan pada pukul 11.30 WIB atau sekitar enam jam setelah kejadian.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam, Roza Syafdefianti mengatakan, pemerintah daerah bergerak cepat setelah menerima laporan dari pemerintah nagari dan masyarakat setempat.
“Begitu informasi diterima, tim terkait langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan seluruh pihak yang berwenang. Alhamdulillah, material longsor dapat segera dibersihkan sehingga akses jalan kembali normal dan aktivitas masyarakat bisa berjalan seperti biasa,” kata Roza.
Ia mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan perbukitan dan lereng, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Agam.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir. Jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi yang membahayakan, segera laporkan kepada pemerintah nagari atau instansi terkait agar dapat ditangani lebih cepat,” ujarnya.
Roza menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan bencana serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah warga dalam kejadian tersebut. Saat ini kondisi di lokasi telah aman dan lalu lintas kendaraan kembali berjalan normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....