M. Fathir Sandang Gala Adaik "Kari Sampono Khatam Qur'an, Gusrizal; Rajin Ka Musajik
- 22 Jun 2026 07:45 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi – Setelah mengikuti rangkaian Haflah Khatam Al-Qur’an MDTA Muhammadiyah ke-87 dan meraih predikat juara 2C pada 21 Juni 2026 mendapatkan Karpet dan Voucher senilai Rp. 500.000, Muhammad Fathir resmi menyandang Gala Adaik Khatam Al-Qur’an “Kari Sampono” dalam prosesi adat yang digelar di kediaman orang tuanya di Ladang Cakiah Bukittinggi Senin (22/6/2026).
Pemberian Gala Adaik tersebut merupakan bentuk penghargaan adat atas keberhasilan Muhammad Fathir menuntaskan bacaan Al-Qur’an.
Gelar “Kari Sampono” disepakati dan diberikan oleh Bako dari Suku Sikumvang. Sebelum penetapan gelar tersebut, sejumlah usulan nama juga sempat mengemuka, diantaranya Kari Mangkuto, Kari Batuah, dan Kari Sulainan.

Prosesi pemberian Gala Adaik berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Payung Panji Persukuan Selayan DR. H. Gusrizal Datuak Salubuak Basa, Niniak Mamak beserta keluarga dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, DR. H. Gusrizal Datuak Salubuak Basa menjelaskan bahwa Gala Adaik Khatam Al-Qur’an merupakan identitas adat yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat melangsungkan akad nikah di masa mendatang.
“Gala Adaik Khatam Al-Qur’an ini jika ingin dipakai saat akad nikah, silakan dipakai. Jika tidak dipakai pun tidak menjadi masalah,” ujar gusrizal

Lebih lanjut di sebutkan inyiak Gusrizal keseharian sebagai Pengajar Bahasa Indonesia di Negeri Kangguru Australia tersebut bahwa dengan telah dilekatkannya gelar adat tersebut, masyarakat diharapkan mulai mengenal dan memanggil Muhammad Fathir dengan gelar adaiknya
“Dengan gala adaik yang telah diberikan ini, nantinya di pasa nan rami, kolo nan gadang, jangan lagi dipanggil Fathir. Panggillah Kari Sampono atau Pono,” kata DR. H. Gusrizal Datuak Salubuak Basa yang disambut senyum dan haru keluarga.
Pada kesempatan itu, para ninik mamak dan keluarga juga menyampaikan harapan agar Muhammad Fathir dapat menjaga amanah yang melekat pada gelar adat tersebut.
Selain menjadi kebanggaan keluarga, gelar tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, terutama dalam pengamalan nilai-nilai Islam.
“Inyiak berharap Kari Sampono semakin rajin pergi ka musajik maupun mushalla, memperdalam ilmu agama, serta meningkatkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” pesan yang disampaikan dalam prosesi tersebut.
Dengan resmi menyandang Gala Adaik Khatam Al-Qur’an “Kari Sampono”, Muhammad Fathir kini tidak hanya membawa kebanggaan sebagai generasi muda yang telah khatam Al-Qur’an, tetapi juga mengemban tanggung jawab untuk menjaga marwah adat dan agama dalam kehidupan bermasyarakat. (JM/RRi BKT)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....