Satu Abad Jam Gadang, UPN Buka Layanan Gratis

  • 21 Jun 2026 21:33 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Universitas Prima Nusantara (UPN) Bukittinggi turut mengambil bagian secara masif dalam memeriahkan perayaan ulang tahun Jam Gadang yang ke-100 tahun, atau yang dikenal sebagai momentum "Satu Abad Detak Jantung Ibu Kota Bukittinggi".

Kampus yang terletak di Gulai Bancah, Jalan Kesuma Bakti, Kota Bukittinggi ini menerjunkan tim khusus untuk mendirikan stand pelayanan masyarakat gratis di dua titik strategis kota sekaligus, sejak Sabtu 20 Juni 2026.

Seorang dosen sekaligus perwakilan UPN Bukittinggi, Edwin, menyampaikan bahwa kehadiran posko ini merupakan bentuk partisipasi aktif serta komitmen nyata kampus untuk memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat luas maupun wisatawan yang datang berkunjung ke kota wisata tersebut.

"Kami dari kampus Universitas Prima Nusantara Bukittinggi membuat sebuah stand di mana itu untuk melayani kesehatan, terus juga konsultasi psikologi, sama konsultasi hukum," ujar Edwin.

Untuk menjangkau mobilitas massa yang tinggi, UPN Bukittinggi membuka dua stand secara bersamaan, yakni berada di depan pusat perbelanjaan Ramayana, serta kedua di depan Gedung DPRD Kota Bukittinggi. Stand kesehatan tersebut memfasilitasi masyarakat dengan berbagai pemeriksaan komprehensif, di antaranya, pemeriksaan kadar Glukosa (gula darah), pemeriksaan asam urat, kolesterol darah, hemoglobin (HB), dan tekanan darah.

Diserbu Ribuan Pengunjung dan Aksi Tanggap Darurat

Sejak dibuka dari malam pertama hingga hari puncak pelaksanaan, posko pelayanan gratis ini mendapatkan sambutan dan antusiasme yang sangat luar biasa dari masyarakat.

Pihak keterwakilan UPN Bukittinggi lainnya, yang juga seorang dosen, Asrul Paul, mengungkapkan rasa syukurnya atas angka kunjungan yang melonjak tajam di kedua stand mereka.

"Dari data yang kami ambil, sejak tadi malam dengan hari ini dengan dua stan kami, itu diperkirakan lebih dari 2.000 pengunjung yang kami layani dengan pengobatan gratis," jelasnya.

Pelayanan di lapangan pun dilakukan secara sigap dan dinamis. Asrul Paul menceritakan posko kesehatan sempat melakukan tindakan penyelamatan darurat ketika ada salah seorang pengunjung kota yang mendadak jatuh pingsan di area perayaan.

"Kami membantu masyarakat seperti kejadian tadi di depan posko kami yang ada di depan DPRD Kota Bukittinggi, itu ada yang satu yang pingsan. Kita langsung membantu masyarakat yang berkunjung ke Kota Bukittinggi," tambahnya.

Pelayanan Kesehatan Gratis Untuk Masyarakat atau Wisatawan Jam Gadang Bukittinggi.

Soroti Masalah Self-Care dan Dorong Pola Hidup Sehat

Berdasarkan data pemeriksaan medis terhadap ribuan pengunjung tersebut, tim kesehatan UPN Bukittinggi menemukan fakta penting mengenai pola kesehatan masyarakat. Asrul Paul menyoroti masih rendahnya kesadaran preventif atau self-care (perawatan mandiri) di kalangan warga.

"Rata-rata masyarakat itu masalah kesehatannya adalah tentang bagaimana mendeteksi diri supaya dia bisa self-care, perawatan diri sendirinya yang kurang. Di saat mereka sehat, mereka tidak tahu apa yang menyebabkan sakit. Tetapi di saat mereka sakit, mereka ingin sehat," tutur Asrul Paul.

Guna menjembatani masalah tersebut, melalui pengobatan gratis ini masyarakat difasilitasi untuk melakukan cek kesehatan dasar secara menyeluruh, meliputi pemeriksaan kadar glukosa (gula darah), asam urat, kolesterol darah, hemoglobin (HB), hingga tekanan darah. Selain pengobatan, warga juga diberikan edukasi langsung mengenai cara meningkatkan pola hidup sehat demi mendongkrak kualitas dan angka harapan hidup yang lebih panjang.

Terjunkan Mahasiswa Lintas Fakultas dan Buka Konsultasi Pendidikan

Keberhasilan operasional kedua posko ini tidak lepas dari kontribusi besar para mahasiswa UPN Bukittinggi yang diterjunkan langsung sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat dalam program Tridarma Perguruan Tinggi. Edwin menjelaskan, para mahasiswa yang terlibat berasal dari lintas fakultas dan didominasi oleh mahasiswa tingkat akhir.

"Untuk mahasiswanya itu bercampur-campur. Fakultasnya ada dari Fakultas Kedokteran, Kebidanan ada, Keperawatan ada, sama fakultas dari Social Science dan Psikologi. Mayoritas itu dari semester 4 dan semester 6 yang kita libatkan, dan kebetulan untuk semester 2 juga ada beberapa di stand sebelah," urai Edwin.

Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik dan hukum, UPN Bukittinggi juga memanfaatkan momentum emas ini untuk memberikan layanan konsultasi pendidikan gratis bagi para lulusan sekolah menengah di Bukittinggi.

Asrul Paul mengajak para orang tua dan calon mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi mengenai pemilihan jurusan maupun fakultas.

"Bagi Bapak, Ibu, anak-anaknya atau saudaranya yang tamatan SMA, MAN, Aliyah dan lain sebagainya, ayo konsultasi mau memilih sekolah apa, mau memilih fakultas apa, ayo konsultasi ke kami. Kami siap menunggu Bapak Ibu, gratis semuanya. Karena Prima Nusantara ini adalah dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat Bukittinggi," tegas Asrul Paul menutup sesi wawancara.

Melalui gerakan sosial terpadu ini, UPN Bukittinggi berharap eksistensi kampus dapat terus memperkuat posisi Kota Bukittinggi sebagai kota wisata yang bermartabat, unggul, serta memiliki daya saing yang kuat di kancah nasional. (NAS/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....