Genjot Literasi Dinas Pendidikan Luncurkan Kelas BerNALAR
- 19 Jun 2026 07:48 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Payakumbuh – Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh resmi meluncurkan program inovatif bertajuk "Kelas BerNALAR" (BerNumerasi Aplikatif dan BerLiterasi Aktual dan Relevan). Program penguatan mutu pendidikan dasar ini diperkenalkan lewat workshop khusus bagi ratusan guru SD di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) pada Kamis, 18 Juni 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Nalfira menyatakan bahwa langkah strategis ini diambil sebagai tindak lanjut atas evaluasi capaian Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan tahun 2025. Terobosan ini sekaligus menyokong visi Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman dalam mempercepat pengembangan kualitas SDM daerah yang berdaya saing global.
"Kondisi ini menuntut kita menghadirkan perubahan nyata di ruang-ruang kelas. Literasi dan numerasi bukan hanya kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis, bernalar, berkomunikasi, dan memecahkan masalah yang dibutuhkan peserta didik di masa depan," kata Nalfira saat membuka acara.
Ia menguraikan, salah satu mekanisme teknis dari program ini adalah kewajiban menerapkan pembiasaan aktivitas "15 Menit BerNALAR" pada awal jam pelajaran. Melalui ekosistem tersebut, para murid akan distimulasi untuk aktif menganalisis, berdiskusi, serta mengaitkan materi teks naratif maupun angka dengan konteks kehidupan sehari-hari.
"Program ini diharapkan mampu menciptakan budaya belajar yang lebih kuat di lingkungan sekolah sekaligus meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan. Saya berharap workshop ini tidak hanya menghasilkan pemahaman, tetapi juga melahirkan praktik nyata yang dapat langsung diterapkan di kelas," tutur Nalfira menambahkan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Syafni Hasni menjelaskan bahwa pelaksanaan workshop ini merupakan bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Agenda terpadu ini fokus melatih 87 guru kelas dan tim penulis pilihan untuk merancang modul serta instrumen asesmen yang adaptif.
"Tujuan utama workshop ini adalah menghasilkan modul pembelajaran yang dapat digunakan guru sekolah dasar dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sesuai dengan kebutuhan pembelajaran saat ini," ucap Syafni Hasni merincikan target kegiatan.
Pelatihan ini turut mengombinasikan metode pengajaran modern lewat pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) secara bijak hingga praktik simulasi mengajar sesama rekan guru (peer teaching). Melalui komitmen kolektif ini, pemerintah daerah optimistis kualitas penalaran anak-anak Payakumbuh akan melonjak signifikan dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....