Baznas Gandeng Perguruan Thawalib, Sediakan Beasiswa Santri Padang Panjang

  • 12 Jun 2026 00:35 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Padang Panjang – Upaya perluasan akses pendidikan dan optimalisasi dana zakat diperkuat di Kota Padang Panjang. Hal itu ditandai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Baznas Kota Padang Panjang dan Perguruan Thawalib tentang pengumpulan serta pendistribusian zakat, infak, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL), Kamis 11 Juni 2026 di Aula Perguruan Thawalib.

PKS ditandatangani Ketua Baznas Novi Hendri dan Pimpinan Perguruan Thawalib Alizar Chan. Penandatanganan disaksikan Wali Kota Hendri Arnis, Kepala Kemenag Mukhlis M, Sekretaris Yayasan Thawalib Hilma Hamid, kepala OPD, camat, kepala madrasah, serta undangan.

Wako Hendri mengapresiasi kolaborasi kedua lembaga. Menurutnya sinergi lembaga pendidikan dan pengelola zakat langkah strategis mendukung peningkatan SDM dan pemberdayaan umat.

"Atas nama Pemko, kami apresiasi Baznas dan Perguruan Thawalib. Kolaborasi ini mendukung pendidikan Islam sekaligus memperkuat kepedulian sosial masyarakat," ujarnya.

Ia menilai pendidikan dan zakat dua instrumen penting membangun peradaban. Pendidikan melahirkan generasi berkualitas, zakat jadi sarana pemerataan kesejahteraan dan penguatan solidaritas sosial.

Wako menyebut Perguruan Thawalib sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia berperan besar melahirkan ulama, cendekiawan, dan tokoh bangsa. Program beasiswa dalam kerja sama itu dinilai membuka kesempatan pendidikan lebih luas bagi santri asal Padang Panjang.

"Kami dapat info salah satu poin penting kerja sama ini pemberian beasiswa bagi santri Perguruan Thawalib asal Padang Panjang. Program ini patut didukung karena membuka akses pendidikan generasi muda," katanya.

Wako berharap program itu melahirkan generasi muda yang menempuh pendidikan di Thawalib dan kelak jadi ulama, cendekiawan, mubaligh, serta pemimpin umat.

Selain PKS, diluncurkan Program Kotak Amal Baznas di lingkungan Perguruan Thawalib. Program diharapkan menumbuhkan budaya berbagi dan kepedulian sosial di kalangan santri.

"Program ini bukan sekadar media pengumpulan dana sosial keagamaan, tetapi bagian pendidikan karakter yang menanamkan keikhlasan, solidaritas, dan gotong royong sejak dini," tambahnya.

Ketua Baznas Novi Hendri menyebut kerja sama langkah konkret mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan DSKL untuk pendidikan serta kesejahteraan masyarakat.

Pimpinan Thawalib Alizar Chan menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya kerja sama memperkuat peran lembaga pendidikan mencetak generasi Islam unggul sekaligus peduli sosial.

Melalui kolaborasi ini, Baznas dan Perguruan Thawalib diharapkan menghadirkan program nyata bagi pendidikan, pemberdayaan umat, dan pembangunan SDM di Padang Panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....