Mambangkik Tradisi Nagari Aie Tabik Gelar Mauluan Konji

  • 08 Jun 2026 10:24 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Payakumbuh – Kenagarian Aie Tabik menjadi nagari pertama di Kota Payakumbuh yang memelopori gerakan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari Tahun 2026. Upaya menghidupkan kembali warisan budaya Minangkabau ini diwujudkan lewat tradisi Mauluan Konji di Balai Adat Nagari Aie Tabik pada Minggu, 7 Juni 2026.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyatakan bahwa kebangkitan kearifan lokal ini sangat krusial demi membentengi identitas masyarakat di era globalisasi. Tradisi memasak dan membagikan bubur khas secara gotong royong tersebut dinilai sarat akan nilai kepedulian sosial serta ungkapan rasa syukur antargenerasi.

“Atas nama Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Pemerintah Kota Payakumbuh, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini. Tradisi Mauluan Konji bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, mempererat hubungan antargenerasi, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat,” kata Elzadaswarman.

Ia menambahkan, pengenalan akar budaya kepada generasi muda merupakan langkah nyata dalam membentuk karakter anak nagari. Pemahaman akan nilai sopan santun, tanggung jawab sosial, dan kekompakan harus ditanamkan sejak dini agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman yang cepat.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak nagari dapat mengenal kembali akar budayanya, memahami nilai sopan santun, tanggung jawab sosial, dan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau,” ujarnya memaparkan esensi kebudayaan.

Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung eksistensi lembaga adat seperti LKAAM, KAN, hingga Bundo Kanduang guna mengawal falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Indikator kemajuan suatu daerah tidak melulu dilihat dari aspek infrastruktur fisik, melainkan dari ketahanan nilai luhur yang dianut warganya.

“Kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Ketika adat, agama, dan kebersamaan tetap terjaga, maka masyarakat akan memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan zaman,” ucap Elzadaswarman.

Ia juga mengajak seluruh elemen niniak mamak dan alim ulama untuk bersinergi menjaga eksistensi kearifan lokal ini secara konsisten. Langkah pelestarian di Nagari Aie Tabik ini diharapkan mampu memicu nagari-nagari lain di Payakumbuh untuk kembali menghidupkan tradisi kuno yang mulai langka.

“Jangan sampai perkembangan zaman mengikis jati diri kita sebagai urang Minang. Tradisi yang diwariskan para pendahulu harus tetap hidup, dikenal, dan diteruskan oleh generasi berikutnya,” pungkasnya menutup sambutan resmi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....