Kepala Perpusnas Dorong PDIKM Padang Panjang Jadi Pusat Literasi dan Kebudayaan
- 04 Jun 2026 00:12 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Padang Panjang - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia Endang Aminudin Aziz mendorong optimalisasi kawasan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) sebagai pusat kegiatan literasi, pendidikan, dan kebudayaan. Ia menilai kawasan tersebut berpotensi melibatkan berbagai komunitas serta menarik partisipasi masyarakat.
Dorongan itu disampaikan Endang saat mengunjungi Museum Bustanul Arifin di kawasan PDIKM, Rabu 3 Juni 2026. Kunjungan disambut Wakil Wali Kota Allex Saputra bersama jajaran Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK).
Dalam kesempatan itu, Endang meninjau koleksi yang tersimpan di Museum Bustanul Arifin dan berdiskusi mengenai peluang pengembangan program literasi di kawasan PDIKM. Ia menilai museum dan pusat dokumentasi budaya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang edukasi dan pusat aktivitas masyarakat berbasis literasi.
“ Kami mendorong agar tempat seperti ini dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan berbasis buku. Perpusnas memiliki skema bantuan pembiayaan bagi komunitas literasi dan membuka peluang kemitraan dengan komunitas-komunitas yang aktif mengembangkan budaya baca,” ujarnya.
Endang menilai Museum Bustanul Arifin dan kawasan PDIKM memiliki potensi besar menjadi ruang pertemuan komunitas, pusat edukasi budaya, sekaligus wadah pengembangan literasi berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan seperti diskusi buku, pelatihan literasi, pameran budaya, hingga aktivitas edukatif lainnya dapat dilaksanakan rutin untuk meningkatkan kunjungan masyarakat.
“Ini harus menjadi tempat yang produktif. Apalagi Padang Panjang dikenal sebagai Kota Literasi. Potensi yang ada perlu dimanfaatkan untuk melahirkan berbagai kegiatan literasi, pendidikan, dan kebudayaan yang berkelanjutan,” katanya.
Wawako Allex Saputra menyambut baik perhatian dan dukungan Perpusnas terhadap pengembangan literasi di Padang Panjang. Ia menegaskan keberadaan PDIKM harus terus dioptimalkan sebagai ruang publik yang tidak hanya menyimpan warisan sejarah dan budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan kreativitas masyarakat.
“Apapun program dari Pemerintah Pusat tentu akan kami dukung. Keberadaan PDIKM tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah dan budaya, tetapi juga harus menjadi ruang yang produktif, edukatif, dan mampu mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat. Dengan semakin banyak kegiatan yang dilaksanakan di sini, PDIKM akan semakin dikenal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun sektor pariwisata daerah,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....