Anggota DPRD Bukittinggi Elfianis Sebut Prosesi Ibadah Qurban "Alek Nagari" Warga
- 30 Mei 2026 19:12 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi: Hari raya idul adha yang identik dengan ibadah haji dan ibadah qurban tetap dimaknai dengan kebersamaan dan kekeluargaan.
Hal itu diakui oleh salah seorang Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mandiangin Koto Selayan (MKS) Hj.Elfianis, SM ketika ditemui wartawan di lokasi usaha Kelompok Wanita Tani (KWT) Edelweiss di Jalan Kirab Remaja RT 2 RW 05 Kelurahan Puhun Tembok, Kamis (28/5/2026).
Srikandi parlemen ini akui ibadah qurban dimaknai seperti layaknya “alek nagari”, dimana semua masyarakat bergotong royong dan bahu membahu untuk melaksanakan prosesinya.
“semua warga berkumpul bersama, baik bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, tokoh masyarakat dan segenap komponen bahu membahu supaya pelaksanaan ibadah qurban berjalan dengan baik. Panitia qurban telah diberikan Amanah oleh para peserta qurban. Alhamdulillah, pencermatan kami pelaksanaan ibadah qurban tidak mengalami kendala dan permasalahan,”katanya
Ia menerima informasi ibadah qurban pada hari raya idul adha 1447 hijriah 2026 yang tersebar di wilayah Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) tetap eksist sehingga menunjukan semangat berkurban yang masih tinggi.
“kami menerima informasi pelaksanaan kurban di seputaran wilayah Puhun Tembok tahun ini masih sama dengan tahun lalu, ada 23 hewan qurban yang disembelih seperti di Mushala Al Ikhlas ada 4 ekor sapi, di Masjid Al Falah Tembok ada 12 ekor sapi, di Surau Batu ada 3 ekor sapi qurban, kemarin sudah disembelih juga hewan qurban sebanyak 4 ekor dari Koperasi Restu Ibu,”ujarnya
Politisi Partai Demkorat ini ingin semangat berkurban dan kebersamaan serta kekeluargaan terus dipertahankan sehingga “indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan”. Seiring waktu makna mendalam memaknai hari raya idul adha dengan ibadah qurban teraktualisasi di lapangan dan diwarisi secara turun temurun dari generasi ke generasi, dari zaman ke zaman.
Anggota DPRD Kota Bukittinggi Hj.Elfianis, SM menyebutkan keberadaan hewan qurban yang disembelih pada hari raya idul adha termasuk di Kota Bukittinggi tentu didukung dengan sektor yang ditekuni oleh para peternak sapi maupun kambing di sejumlah daerah di Sumatera Barat.
Namun, untuk tahun 2026 ini dirinya belum berkonsentrasi untuk pemanfaatan dana pokok-pokok pikiran (pokir) di sektor pertanian dan peternakan. Akan tetapi, pada tahun 2027 mendatang terencana dan terprogram anggaran yang bersumber dari APBD Kota Bukittinggi yang diinginkan menjadi sektor tersebut.
Politisi yang dekat dengan warga dikarenakan karakternya yang low profile itu terus menerima dan menjawab aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan di legislative.
Ia mengalokasikan pemanfaatan dana pokirnya untuk tahun 2027 mendukung sektor di Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi senilai Rp 200 juta.
Lalu, keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Edelweiss di Jalan Kirab Remaja RT 2 RW 05 Kelurahan Puhun Tembok tidak dapat dilepaskan dengan Hj. Elfianis, SM, dikarenakan niat baik dari warga untuk mendukung program pemerintah terhadap ketahanan pangan. Ia pun bersemangat agar usaha para anggota KWT Edelweiss ini terus berkesinambungan untuk mengolah lahan yang ada hingga menjadi produktif. Tentu, anggota DPRD Kota Bukittinggi ini akan mendukungnya dengan berbagai cara untuk hasil yang optimal.
Sementara itu, informasi yang ditindaklanjuti bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi terkait pemanfaatan dana pokir Hj Elfianis, SM untuk tahun 2027. Kepala Bidang Perikanan, Peternakan dan Kesahatan Hewan Akmal Arifin menyampaikan bahwa Anggota DPRD Kota Bukittinggi Hj Elfianis, SM mendukung sektor perikanan di Kota Bukittinggi, yang nantinya akan diwujudkan di kawasan Garegeh.
Sejatinya, Anggota DPRD Kota Bukittinggi Hj. Elfianis mendukung keberadaan sektor peternakan, termasuk untuk ternak sapi, apalagi menyikapi momentum hari raya idul adha guna menjawab permintaan hewan qurban. Namun, regulasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) membatasi sektor yang diusahakan, termasuk ketika menjadikan satu kawasan dijadikan areal peternakan sapi. Tentunya, peternakan sapi yang ada sekarang masih sebatas usaha yang dilakoni warga di seputaran tempat tinggalnya, didasari terdapat perkarangan atau tanah yang dijadikan kadang ternak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....