Riyan Permana Putra Sampaikan Ucapan Milad ke 40 untuk Erman Safar
- 17 Mei 2026 11:43 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Kabut tipis turun perlahan menyelimuti perbukitan Kota Bukittinggi, Sabtu, 16 Mei 2026. Udara dingin khas kota wisata itu terasa semakin pekat setelah hujan beberapa hari terakhir rutin mengguyur kawasan Jam Gadang dan sekitarnya. Jalan-jalan kota tampak basah, sementara angin lembut membawa aroma tanah yang bercampur dengan hawa pegunungan yang menenangkan.
Di tengah suasana Bukittinggi yang sejuk dan syahdu itulah, ucapan milad ke-40 untuk Erman Safar, S.H., datang dari salah satu tokoh politik muda Kota Bukittinggi, Dr. (c). Riyan Permana Putra, S.H., M.H., Pimpinan Partai Perindo Kota Bukittinggi.
Bagi sebagian kalangan politik di Bukittinggi, nama Riyan Permana Putra bukan sosok asing dalam perjalanan politik Erman Safar. Ia pernah berada di garda terdepan sebagai Ketua Tim Hukum/Advokasi pasangan Erman Safar – Heldo Aura, sekaligus memimpin Tim Hukum/Advokasi partai-partai politik pendukung yang tergabung dalam salah satu koalisi terbesar di Kota Bukittinggi.
Koalisi itu bukan koalisi kecil. Gerindra, NasDem, Golkar, PKB, PSI, Perindo, PBB, Garuda, Hanura, Gelora, Masyumi, hingga Partai Buruh pernah berdiri dalam satu barisan politik yang sama, mengusung visi besar untuk arah baru Kota Bukittinggi.
Di usia Erman Safar yang kini menginjak 40 tahun, Riyan melihat ada simbol penting tentang kematangan kepemimpinan dan kuatnya jaringan politik yang telah dibangun selama ini.
“Di usia 40 tahun ini, Bang Wako berada pada fase matang sebagai pemimpin. Politik bukan lagi sekadar kontestasi, tetapi bagaimana menghadirkan pengabdian dan menjaga persatuan untuk masyarakat Kota Bukittinggi,” ujar Riyan Permana Putra.
Menurutnya, di tengah dinamika politik yang terus bergerak, kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan hanya dukungan partai politik, melainkan kemampuan menjaga komunikasi, merangkul berbagai kelompok, dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Riyan menilai, Erman Safar memiliki kemampuan tersebut. Sosok yang akrab dipanggil “Bang Wako” itu dinilai berhasil membangun chemistry politik lintas partai dan lintas generasi di Kota Bukittinggi.
“Koalisi besar yang pernah terbentuk bukan sekadar koalisi elektoral. Ada semangat bersama untuk membangun Bukittinggi. Dan sampai hari ini, komunikasi itu masih tetap terjaga,” katanya.
Di tengah cuaca Bukittinggi yang belakangan sering diguyur hujan, Riyan juga menyampaikan ucapan yang terdengar hangat dan penuh nuansa emosional politik.
“Selamat milad ke-40 kepada Bang Wako Erman Safar, S.H. Semoga selalu diberikan kesehatan, umur panjang, kekuatan, dan keberkahan dalam memimpin. Selamat datang di Bukittinggi kepada Bang Wako, kota yang dingin udaranya, hangat masyarakatnya, dan selalu menunggu pengabdian terbaik untuk rakyat,” ucap Riyan.
Ucapan tersebut sontak menjadi perhatian sejumlah kalangan politik lokal. Bukan hanya karena kedekatan politik keduanya, tetapi juga karena pesan itu dianggap sebagai sinyal tetap terjaganya soliditas komunikasi politik di antara partai-partai koalisi pendukung Erman Safar – Heldo Aura.
Sementara hujan kembali turun perlahan di sudut-sudut Kota Bukittinggi malam itu, percakapan tentang politik, kepemimpinan, dan masa depan kota tetap hangat diperbincangkan. Di kota berhawa dingin ini, politik rupanya tidak selalu terasa panas. Kadang ia hadir lewat secangkir kopi, obrolan santai, dan ucapan sederhana tentang loyalitas serta persahabatan politik yang belum selesai.(*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....