Dua Ribu Warga Situjuah Ladang Laweh Terisolasi, DPRD Desak Pemda Kirim Alat Berat

  • 13 Mei 2026 13:38 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Limapuluh Kota - Sehanyak 600 KK atau 2.053 warga Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, dilaporkan terisolasi, Rabu, 13 Mei 2026 pagi.

Mereka tak bisa keluar-masuk kampung itu dengan kendaraan karena akses jalan satu-satunya tertimbun material longsor dan amblas membentuk lubang menyerupai sinkhole, akibat hujan deras, sejak Selasa, 12 Mei 2026 kemaren.

"Iya. Sebanyak 600 Kepala Keluarga atau 2.000 jiwa warga kami, terisolasi akibat jalan tertimbun longsor dan amblas. Kendaraan tak bisa keluar-masuk. Kami minta bantua pemda," kata Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh, Mawardi Dt Sinaro Paneh, bersama Ketua Bamus Ustad Yulius, Bhabinkamtibmas Aiptu Rinaldi, Babinsa dan sejumlah tokoh masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang meninjau jalan tersebut, Rabu, 13 Mei 202 pagi, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat. Karena jalan yang menjadi satu-satunya akses keluar-masuk Nagari Situjuah Ladang Laweh ini, sudah tak bisa lagi dilewati.


"Jalan kabupaten ini, tak hanya amblas dan berlubang mirip sinkhole. Tapi juga tertimbun material longsor. Dampaknya, sebanyak 600 KK dengan total 2.000-an jiwa warga terisolasi. Sekolah libur. Ekonomi nyaris lumpuh. Jalan ini harus segera diperbaiki," ulasnya.

Fajar Rillah Vesky juga meminta Pemkab Limapuluh Kota, segera mengambil langkah tanggap darurat, untuk menangani longsor, banjir, dan tanah amblas yang kembali melanda daerah ini.

"Kita minta, pemda segera melakukan langkah tanggap darurat. Mulai dari kaji cepat lokasi dan kerusakan bencana, penyelamatan dan evakuasi, pembersihan lokasi, sampai pemenuhan kebutuhan dasar warga yang melakukan evakuasi secara mandiri," terangnya.

Jika dampak bencana ini meluas dan dana operasional petugas penanganan bencana terbatas, Fajar Vesky meminta pemerintah daerah, tidak ragu-ragu menetapkan status tanggap darurat bencana. Guna melegalkan penggunaan dana tak terduga dalam pos APBD 2026, dan mobilisasi bantuan dari banyak pihak.


Selain di Situjuah Ladang Loweh, bencana hidrometerologi di Nagari Tungkar, membuat warga setempat mengungsi. Kemudian, aliran sungai Batang Sandir atau Batang Air Pondam yang bermuara ke Batang Agam Payakumbuh juga kembali meluap. Merendam areal pertanian dan merusak area lubuk ikan larangan. Kemudian, ada juga jalan pertanian longsor.

"Pemerintah nagar terdampak bencana, tentu sedang mendata kerusakan dan kerugian akibat dampak bencana ini. Laporan dari nagari dan camat, harus jadi perhatian serius Pemkab Limapuluh Kota," tuturnya. (YPA/AGZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....