Waka Polres Pessel Sampaikan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dalam Khutbah Jumat

  • 01 Mei 2026 12:20 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Painan — Wakil Kepala Kepolisian Resor Pesisir Selatan, Kompol Syafrizen, SH, Datuk Rang Batuah, bertindak sebagai khatib Jumat di Masjid Nurul Hidayah Polres Pessel. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema penting tentang amar ma’ruf nahi mungkar sebagai fondasi membangun masyarakat yang berakhlak dan menjaga ketertiban sosial.

Dalam penyampaiannya, Kompol Syafrizen menegaskan bahwa ajaran untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran merupakan perintah langsung Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam Surah Ali Imran ayat 104 yang menyerukan agar ada segolongan umat yang aktif dalam dakwah kebaikan demi meraih keberuntungan.

Ia juga menyampaikan sebuah hikayat yang menggambarkan besarnya peran aparat kepolisian dalam perspektif nilai keagamaan. Dalam kisah tersebut, seorang kiai yang berada di pintu surga justru mempersilakan seorang polisi untuk masuk lebih dahulu, karena selain mengajak kepada kebaikan, polisi juga memiliki kewenangan untuk mencegah kemungkaran secara langsung.

“Ini menjadi pengingat bahwa tugas amar ma’ruf nahi mungkar bukan hanya milik ulama atau aparat saja, melainkan tanggung jawab seluruh umat,” ujarnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan ancaman Allah SWT terhadap sikap pembiaran terhadap kemungkaran, sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Maidah ayat 78–79. Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa kaum terdahulu mendapat laknat karena tidak saling mencegah perbuatan mungkar di antara mereka.

Kompol Syafrizen juga mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Ia menekankan pentingnya sinergi Tungku Tigo Sajarangan—Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai, serta peran Bundo Kanduang—dalam menjaga harmoni sosial.

Dengan semangat kebersamaan seperti saciok bak ayam, sadanciang bak basi, saiyo sakato, serta penyelesaian persoalan melalui musyawarah dan mufakat, diharapkan masyarakat Pesisir Selatan mampu menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.

“Jika nilai-nilai ini dijalankan secara konsisten, maka kita optimistis dapat mewujudkan zero balap liar, zero tawuran, serta terhindar dari minuman keras, narkoba, hingga perilaku menyimpang lainnya,” tegasnya.

Khutbah Jumat tersebut mendapat perhatian serius dari jamaah, yang diharapkan dapat mengimplementasikan pesan-pesan moral dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan kamtibmas yang aman dan damai di wilayah Pesisir Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....