Elfianis, Srikandi Parlemen Bukittinggi Tetap Reses Perorangan, Warga Senang
- 01 Mei 2026 10:04 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Lahan kosong di samping Lapau Mak Naih RT 02 RW 04 Kelurahan Campago Ipuah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan tampak berbeda Kamis pagi, 30 April 2026. Ratusan warga berkumpul meramaikan kawasan itu menanggapi undangan resmi Sekretariat DPRD Kota Bukittinggi.
Kehadiran masyarakat dilatarbelakangi reses Anggota DPRD Kota Bukittinggi Daerah Pemilihan Mandiangin Koto Selayan, Hj. Elfianis, A.Md. Politisi Partai Demokrat tersebut menyerap aspirasi warga secara langsung.
Reses merupakan masa anggota legislatif turun ke daerah pemilihan untuk mendengar keluhan masyarakat. Kegiatan resmi ini bertujuan menjembatani suara rakyat dengan kebijakan pemerintah.
Anggota DPRD Kota Bukittinggi Hj. Elfianis, A.Md melaksanakan reses perorangan masa sidang II tahun 2025/2026. Ia merasa lebih dekat dengan masyarakat ketika reses dilaksanakan secara perorangan.
"Saya membuktikan silahturahmi terjalin semakin kuat," kata Hj. Elfianis. Ia menegaskan akan bergantian melaksanakan reses dari satu kelurahan ke kelurahan lain di MKS.
Ia memandang permasalahan di masing-masing kelurahan hampir sama. Namun pihaknya ingin memastikan kondisi nyata di lapangan sebelum menindaklanjuti.
Pada reses masa sidang II di Kelurahan Campago Ipuah, warga menyampaikan aspirasi terkait banjir. Kondisi drainase yang belum representatif menjadi penyebab utama genangan air.

Sarana prasarana jalan juga harus dilengkapi segera. Akses jalan menuju SD Negeri 08 Campago Ipuah masih berlubang dan berpotensi membahayakan siswa.
Pembangunan SD Negeri 08 Campago Ipuah sudah selesai dan siap ditempati tahun ajaran 2026/2027. Namun pagar sekolah belum tersedia sehingga perlu dianggarkan.
"Kita takut nanti terjadi insiden terhadap anak-anak kita," sebut Hj. Elfianis. Ia akan segera memantau lapangan bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bukittinggi.
Pihaknya bersama Kepala Dinas Perkim berencana turun melihat langsung kondisi drainase. Anggaran diharapkan tersedia untuk menyikapi permasalahan tersebut.
Elfianis mengapresiasi dukungan masyarakat yang rela menghibahkan tanah untuk Poskeskel. Pada tahun 2025 anggaran pembangunan Poskeskel tersedia, namun terkendala kontur tanah bertebing.
Anggaran menyikapi pembangunan tebing belum ada sehingga harus dikembalikan. "Ini menjadi penting ketika masyarakat memberikan hartanya demi pemerintah," tegasnya.
Pihaknya bersama Dinas PUPR akan menindaklanjuti persoalan tebing tersebut. Elfianis juga meminta perantau sukses mendirikan perusahaan merekrut lulusan sarjana dari kampung.
Di akhir wawancara, ia menyebutkan pihaknya tetap memperjuangkan aspirasi warga. Pihaknya menindaklanjuti dengan pemanfaatan dana pokok-pokok pikiran untuk peningkatan sarana posyandu dan ambulance.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....