Pangdam TIB Kukuhkan Pencak Silat Militer Jaga Warisan
- 29 Apr 2026 16:43 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi: Panglima Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol Mayor Jenderal Arief Gajah, S.E., M.M. mengukuhkan pencak silat militer di Sport Center Kodam XX/TIB pada Kamis, 23 April 2026. Pengukuhan menegaskan komitmen TNI melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat kemampuan tempur prajurit di Sumatera Barat.
Pangdam menegaskan pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan warisan budaya sarat nilai luhur bagi prajurit. “Pencak silat juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan sekaligus mempererat kebersamaan antar prajurit,” ujarnya di hadapan peserta. Nilai disiplin, keberanian, kehormatan, dan pengendalian diri melekat dalam setiap gerakan pencak silat militer.
Ia menekankan setiap prajurit TNI wajib memiliki kemampuan bela diri dengan pencak silat militer sebagai kemampuan utama. Selain melatih fisik, pencak silat membentuk mental, disiplin, serta naluri tempur prajurit dalam menghadapi tantangan tugas operasi dan pembinaan teritorial.
Meski demikian, penguasaan bela diri lain seperti taekwondo dan karate tetap diperlukan sebagai pelengkap teknik prajurit. Variasi teknik tersebut meningkatkan ketangkasan, respons, dan kesiapan prajurit Kodam XX/TIB menghadapi dinamika penugasan di lapangan setiap waktu.
Pangdam berharap kehadiran pencak silat militer mendorong peningkatan jumlah atlet pencak silat di Sumatera Barat. Pembinaan berkelanjutan akan memperkuat prestasi Kodam XX/TIB sekaligus melestarikan budaya dan kearifan lokal yang telah mengakar di masyarakat Minangkabau.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kemampuan prajurit, tetapi juga menjaga tradisi pencak silat sebagai identitas bangsa. Pangdam mengingatkan seluruh peserta mengikuti latihan dengan semangat, disiplin tinggi, serta mengutamakan faktor keamanan selama pembinaan berlangsung di sport center.
Melalui pengukuhan tersebut, Kodam XX/TIB menegaskan peran aktif menjaga warisan budaya sambil meningkatkan profesionalisme prajurit. Pencak silat militer menjadi jembatan pelestarian tradisi sekaligus penempa karakter petarung yang tangguh, beretika, dan berjiwa ksatria.
Dengan pembinaan terarah, Sumatera Barat diharapkan melahirkan atlet berprestasi dan prajurit yang andal bela negara. Tradisi pencak silat yang dikukuhkan hari ini akan terus hidup dalam jiwa prajurit serta masyarakat pecinta budaya bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....