BPBD Payakumbuh Bekali Relawan Ilmu Mitigasi dan Pencegahan Bencana
- 28 Apr 2026 08:16 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Payakumbuh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana bagi ratusan relawan serta perangkat masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Bersama Padang Kaduduak pada Senin, 27 April 2026.
Staf Ahli Erizon yang mewakili Wali Kota Zulmaeta menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat akar rumput. Penanganan darurat kebencanaan yang bersentuhan langsung dengan warga menjadi prioritas karena bencana dapat terjadi kapan saja tanpa jadwal pasti.
“Pelatihan ini adalah langkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi situasi darurat,” ujar Erizon.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Linmas, dan relawan dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan saat terjadi krisis di tengah pemukiman. Mereka dibekali pengetahuan mengenai langkah-langkah pencegahan serta penanganan awal guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa.
Erizon menegaskan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah tidak akan sanggup bekerja sendiri tanpa dukungan relawan yang tangguh dan memiliki pengetahuan mitigasi yang mumpuni.
“LPM dan relawan hadir saat warga panik dan jalan terputus, mereka adalah harapan pertama bagi keselamatan warga,” tambahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Payakumbuh Devitra menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 128 perwakilan dari berbagai unsur pengurus wilayah. Selain implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM), kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mendalam bagi warga di titik-titik rawan bencana.
Warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem, khususnya potensi pohon tumbang yang kerap terjadi di wilayah Payakumbuh. Upaya mandiri seperti memangkas pohon yang sudah tua dan lapuk sangat disarankan untuk menghindari kerugian materi maupun jiwa.
“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup dan benar-benar siap jika bencana datang,” ungkap Devitra.
Materi pelatihan disampaikan oleh sejumlah narasumber kompeten, termasuk perwakilan dari BPBD Provinsi Sumatera Barat. Salah satu materi penting yang dibahas adalah kesiapsiagaan daerah terhadap potensi bencana likuifaksi yang perlu diwaspadai secara luas.
Selain aspek teknis, para peserta juga mendapatkan perspektif mitigasi bencana dari sudut pandang religi guna membangun mentalitas yang kuat. Sinergi antara pengetahuan teknis dan kesiapan mental diharapkan mampu menciptakan masyarakat Payakumbuh yang tangguh bencana.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari para peserta yang berharap program serupa dapat menjangkau hingga ke tingkat kelurahan. Pelatihan berkelanjutan dinilai sangat penting untuk menjaga konsistensi dan kesiapan masyarakat dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....