Pembinaan Moderasi Beragama bagi Guru PAI Kota Bukittinggi

  • 24 Apr 2026 20:55 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi -Dalam upaya memperkuat pemahaman, sikap dan praktik moderasi beragama di lingkungan pendidikan, Kementerian Agama Kota Bukittinggi melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) menggelar kegiatan “Pembinaan Moderasi Beragama bagi Guru PAI”. Kegiatan ini diikuti oleh guru PAI tingkat SD, SMP, SMA, SMK dan SLB se-Kota Bukittinggi.

Bertempat di Aula Kantor Kemenag setempat.

Kamis, 23 April 2026.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, H. Tamrin. Dalam pembukaan, ia didampingi oleh Pengawas PAI Syahniar serta Ketua Panitia H. Yeffirman, bersama jajaran pelaksana kegiatan.

Dalam sambutannya, H. Tamrin menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan program prioritas Kementerian Agama yang harus terintegrasi dalam kurikulum dan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hal ini dinilai penting sebagai langkah preventif dalam mencegah berkembangnya paham ekstremisme di kalangan peserta didik.

“Guru PAI tidak hanya bertugas menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga harus menjadi teladan (uswah) dalam menerapkan sikap toleran dan moderat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia H. Yeffirman menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan pemahaman kepada para guru PAI terkait konsep dan implementasi moderasi beragama. Ia berharap para peserta dapat menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dan menyampaikannya kepada siswa di sekolah masing-masing.

Pengawas PAI, Syahniar, turut menekankan pentingnya kegiatan ini dalam menciptakan suasana harmonis dan rukun di lingkungan sekolah. Menurutnya, penguatan moderasi beragama menjadi salah satu kunci dalam mencegah potensi konflik bernuansa agama serta membangun karakter peserta didik yang inklusif dan toleran.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru PAI di Kota Bukittinggi semakin berperan aktif sebagai agen moderasi beragama, sekaligus mampu menanamkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan kepada generasi muda. (Andreas)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....