Milad Perdana IKK Bukittinggi Perkuat Silaturahmi Perantau Kapau
- 18 Apr 2026 07:30 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi — Ikatan Keluarga Kapau (IKK) Kota Bukittinggi menorehkan tonggak sejarah penting dengan menggelar peringatan Milad ke-1 yang dirangkai dengan kegiatan halal bihalal pada Sabtu (18/4/2026). Bertempat di Gedung Tri Arga, kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni ulang tahun organisasi, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas perantau Kapau di ranah Minangkabau.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga perantau Kapau dari berbagai kota besar di Indonesia.


Perwakilan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Tasliatul Fuaddi, turut hadir bersama perwakilan Wali Kota Bukittinggi melalui Asisten II Ade Mulyani. Kehadiran tokoh masyarakat seperti Djufri—mantan Wali Kota Bukittinggi dua periode—menambah bobot dan makna kegiatan tersebut.
Tak hanya itu, Walinagari Kapau Doddi Fatra, niniak mamak enam suku, bundo kanduang, serta perwakilan IKK dari berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, dan Pekanbaru turut memeriahkan acara, mencerminkan kuatnya jaringan perantau Kapau di berbagai wilayah.

Organisasi Muda dengan Semangat Besar
Ketua IKK Kota Bukittinggi, M. Nur, dalam sambutannya menegaskan bahwa meskipun usia organisasi masih tergolong muda, semangat untuk berkembang dan berkontribusi tidak kalah besar.
“Tepat hari ini, 18 April 2026, IKK Bukittinggi genap berusia satu tahun. Momen ini bukan hanya perayaan, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi melalui halal bihalal,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa IKK Bukittinggi merupakan salah satu organisasi perantau Kapau yang paling muda di Indonesia. Namun demikian, pihaknya optimistis organisasi ini akan tumbuh menjadi kekuatan sosial yang signifikan, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, keberadaan IKK tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkumpul, tetapi juga sebagai sarana konsolidasi potensi perantau, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budaya.
Kekuatan Ekonomi dari Tradisi Kuliner
Masyarakat Kapau selama ini dikenal luas melalui kekuatan kuliner tradisionalnya. Hidangan khas seperti Nasi Kapau dan Katupek Kapau telah menjadi ikon yang tidak hanya populer di Sumatera Barat, tetapi juga di berbagai kota besar di Indonesia.
Kuliner ini bukan sekadar makanan, melainkan identitas budaya sekaligus sumber penghidupan utama bagi banyak warga Kapau, terutama yang merantau.
M. Nur menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 236 kepala keluarga (KK) warga Kapau yang ber-KTP Bukittinggi. Namun, aktivitas harian menunjukkan dinamika yang jauh lebih besar.
“Pada siang hari, jumlah warga Kapau yang beraktivitas di kota ini bisa mencapai lebih dari 1.000 orang,” ungkapnya.
Hal ini menunjukkan bahwa perantau Kapau memiliki peran penting dalam roda ekonomi lokal, terutama di sektor kuliner dan UMKM.
Peran Strategis Perantau untuk Nagari
Walinagari Kapau, Nagari Kapau Doddi Fatra, dalam kesempatan tersebut menyoroti pentingnya sinergi antara perantau dan kampung halaman.
Ia menyampaikan bahwa sekitar 25 persen warga Kapau saat ini berdomisili di Bukittinggi. Dari total sekitar 900 KK dengan jumlah penduduk mencapai 3.000 jiwa di Nagari Kapau, sebanyak 60 pelaku UMKM telah tergabung dalam IKK.
“Dengan adanya IKK, kami berharap dapat mendorong kemajuan nagari serta memperkuat peran perantau dalam pembangunan kampung halaman,” ujarnya.
Menurutnya, organisasi seperti IKK memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara potensi ekonomi perantau dengan kebutuhan pembangunan di nagari asal.
Lebih dari Sekadar Silaturahmi
Milad ke-1 ini menjadi refleksi perjalanan awal IKK Bukittinggi dalam membangun fondasi organisasi yang solid. Lebih dari sekadar ajang temu kangen, kegiatan ini menunjukkan keseriusan dalam membangun jaringan yang kuat, menjaga nilai budaya, serta mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.
Semangat gotong royong, kebersamaan, dan identitas budaya Minangkabau tampak kental sepanjang acara. Hal ini menjadi bukti bahwa meskipun berada di tanah rantau, masyarakat Kapau tetap menjaga akar tradisi dan solidaritasnya.
Ke depan, IKK Bukittinggi diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga motor penggerak ekonomi dan sosial, baik di kota perantauan maupun di kampung halaman.
Momentum milad pertama ini pun menjadi penanda bahwa perjalanan baru saja dimulai—dengan harapan besar untuk terus tumbuh, berkontribusi, dan menginspirasi
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....