Dispusip Padang Panjang Gelar Sosialisasi Digitalisasi Naskah Kuno
- 16 Apr 2026 00:38 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Padang Panjang - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang Panjang menggelar sosialisasi identifikasi, pendaftaran, dan digitalisasi naskah kuno di Aula Kantor Camat Padang Panjang Timur, Selasa 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah nyata pelestarian warisan budaya bangsa yang memiliki nilai historis, ilmiah, dan kultural tinggi. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dibuka oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang, Muji Siswanto.
Dalam sambutannya, Muji menyampaikan pentingnya menjaga dan melestarikan naskah kuno sebagai sumber pengetahuan dan identitas budaya. “Naskah kuno adalah jendela masa lalu. Diperlukan langkah sistematis mulai dari identifikasi, pencatatan resmi, hingga digitalisasi agar akses dan perlindungan terhadap naskah tersebut terjamin keberlanjutannya,” ujar Muji Siswanto.
Sosialisasi ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari pemilik naskah, pemangku kepentingan, akademisi, pegiat naskah, dan pegiat literasi. Bertindak sebagai narasumber, Prof. Pramono, S.S., M.Si., Ph.D., filolog Indonesia sekaligus dosen Universitas Andalas Padang.
Adapun materi yang disampaikan meliputi tiga hal pokok: Proses identifikasi naskah kuno, termasuk pengenalan ciri fisik, bahasa, aksara, dan isi kandungan. Tata cara pendaftaran naskah kuno ke dalam sistem pendataan nasional/daerah. Teknik dan prosedur digitalisasi naskah kuno, mulai dari persiapan, pemindaian, hingga penyimpanan digital sesuai standar.
Sepanjang kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi yang terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab. Beberapa peserta juga menyampaikan kendala di lapangan, seperti minimnya pengetahuan masyarakat terhadap naskah kuno serta kesulitan teknis dalam proses identifikasi dan digitalisasi.
“Kami berharap setelah sosialisasi ini para peserta bisa langsung mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dan aktif menjalin kerja sama dengan pihak terkait. Pelestarian naskah kuno lewat identifikasi, pendaftaran, dan digitalisasi harus berjalan berkelanjutan demi menjaga warisan intelektual bangsa,” tegas Muji Siswanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....